Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Taman Totok Kerot Kediri Pantik Minat Warga

20 Januari 2020, 15: 00: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

taman totok kerot

BELUM SELESAI: Warga melintas di depan gerbang Taman Totok Kerot yang belum rampung. Taman yang belum selesai pengerjaannya itu sudah mulai didatangi warga. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Taman Totok Kerot memang belum selesai pengerjaannya. Di beberapa bagian masih terlihat belum tuntas pembangunannya. Juga, gerbang utama menuju taman tersebut masih dipasang kayu penghalang. Namun, keinginan warga untuk menikmati ruang terbuka hijau (RTH) baru itu sudah tinggi. Mereka banyak yang mendatangi taman tersebut meskipun sebatas melihat-lihat saja.

Seperti sore kemarin (19/1) misalnya. Puluhan warga datang melihat-lihat taman yang berada di dekat lokasi arca Totok Kerot tersebut. Kebanyakan sekadar melihat-lihat. Sebagian lagi menggunakan area itu untuk berswafoto atau saling memotret.

“Memang sengaja datang ke sini. Ingin melihat Taman Totok Kerot. Tapi kok ya belum dibuka untuk umum,” terang Heri, 30. Warga asal Papar itu datang bersama dengan dua orang rekannya.

Heri memuji keberadaan taman baru tersebut. Apalagi dibangun tepat di sebelah situs arca Totok Kerot yang sudah ada sejak dulu.

Septiana, 27, warga yang juga datang kemarin mengaku penasaran dengan kehadiran taman itu. Hanya, wanita yang datang bersama anaknya itu belum berminat berlama-lama di taman tersebut. Penyebabnya adalah belum tuntasnya pengerjaan fasilitasnya.

“Mau lihat tamannya Mas, tapi sek panas kurang wit-witan (masih panas, kurang pepohonannya, Red),” aku warga asal Pagu ini sembari melihat-lihat taman dari tepi jalan.

Memang, pengerjaan taman Totok Kerot belum rampung sepenuhnya. Beberapa fasilitas proyek yang menyedot anggaran Rp 2,2 miliar tersebut masih belum jadi.

Seperti area parkir, kamar mandi, dan kurangnya tempat sampah.

Taman Totok Kerot rencananya dipersiapkan sebagai kawasan penyangga kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Kawasan ini dipilih karena lokasinya yang stratetis. Berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari Monumen SLG yang telah jadi ikon Kabupaten Kediri.

Selain itu, taman ini berada di area situs Totok Kerot yang merupakan situs cagar budaya. Sehingga bisa menambah daya tarik bagi pelancong.

Situs Arca Totok Kerot sendiri masih luput dari perhatian. Padahal situs berisi arca dwarapala ini punya nilai sejarah.

Dari sisi wisata sejarah dan budaya, keberadaan taman ini juga bisa menjadi satu rangkaian dengan lokasi petilasan pamuksan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Jaraknya hanya sekitar lima kilometer.

“Secara umum keberadaan taman tersebut bisa menambah luasan maupun jumlah RTH di Kabupaten Kediri,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Pengadaan taman tersebut, menurut Putut, dilakukan dalam upaya penambahan ruang terbuka hijau (RTH) yang masih kurang. Ia juga berharap taman ini nantinya bisa menjadi tempat berkumpul dan interaksi masyarakat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia