Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tawon Endas Ganggu Kegiatan Siswa di Kediri

20 Januari 2020, 14: 47: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

tawon endas

RESPONSIF:  Anggota PMK Kabupaten Kediri menangani tawon endas di atas pohon, Dusun Petruk, Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen (18/1). Sarang tawon yang telah ditangani petugas. (PMK KABUPATEN KEDIRI for radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri— Kasus serangan tawon vespa affinis ternyata masih belum berakhir. Meski sudah menangani 29 kasus, hingga kemarin Unit Pasukan Memadamkan Kebakaran (PMK) Kabupaten Kediri masih menerima laporan terkait tawon endas ini.

Yang terbaru, keberadaan sarangnya di SD Muhammadiyah 1, Desa/Kecamatan Ngadiluwih. PMK menerima pengaduan sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (18/1). Menurut Supriyadi, anggota PMK Kabupaten Kediri,  sarangnya berada di dalam kelas. “Kami terima pengaduan dari masyarakat. Langsung ditindaklanjuti,” kata petugas yang turut menangani tawon tersebut.

Dia mengatakan, keberadaan sarang serangga penyengat tersebut membuat warga sekolah gelisah. Sebab, hal itu mengganggu aktivitas belajar mengajar di sana. Makanya, pihak sekolah segera melaporkan gangguan tawon endas ini ke PMK Kabupaten Kediri.

“Mendapat laporan, kita langsung melakukan penanganan di TKP (tempat kejadian perkara) Mas. Tapi berdasarkan informasi, untuk tawon tersebut belum sampai memakan korban jiwa,” terang Supriyadi.

Selain itu, lanjut dia, di hari yang sama PMK juga menangani tawon endas di Dusun Petruk, Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen. Tepatnya berada di pohon dekat rumah Ulamah, 60. Di sana, petugas memusnahkannya tak butuh waktu yang lama. “Karena di atas pohon, kita tangani menggunakan galah Mas,” ungkapnya.

Menurut Supriyadi, tim PMK Kabupaten Kediri akan selalu siap menangani tawon endas. Sebab tawon ini untuk beberapa bulan terakhir, intensitas laporannya memang cukup tinggi.

Bahkan masih bertambah. Kendati begitu, PMK Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar melaporkan jika ada binatang lain yang membahayakan. “Tak cuma tawon, semua jenis binatang yang membahayakan Mas. Kita siap menanganinya. Misal seperti ular yang akhir-akhir ini sering viral di televisi maupun medsos,” pungkas Supriyadi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia