Sabtu, 29 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pemilik 88 Ribu Dobel L Dilimpahkan ke Polres Jombang

20 Januari 2020, 10: 54: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Narkoba

SANTAI: Anis (tengah) menyilangkan kaki saat diamankan petugas pada Jumat (17/1) lalu. Sabtu (18/1) lalu dia dilimpahkan ke Polres Jombang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Proses hukum Anis, 31, terduga pemilik 88 ribu butir pil dobel L kini jadi kewenangan Polres Jombang. Pasalnya, Satresnarkoba Polres Nganjuk telah melimpahkan kasus tersebut. Lengkap dengan barang bukti puluhan ribu pil koplo yang sempat diamankan.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso membenarkan adanya pelimpahan pada Sabtu (18/1) sore lalu. Ia mengatakan bahwa pelimpahan dilakukan karena lokasi dan tempat kejadian perkara (tkp) ada di wilayah Jombang. Yakni di rumah Anis di Desa Karangmojo, Jombang.

“Tidak bisa diproses hukum di sini. Soalnya tkp ada di Jombang,” ujar Pujo kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang. Alhasil, kini proses hukum Anis dalam kasus puluhan ribu pil koplo itu secara penuh jadi kewenangan Polres Jombang.

Bahkan, terkait status perempuan bertato itu apakah tetap menjadi saksi atau pengedar, Pujo juga enggan untuk mengomentarinya. “Sudah (kewenangan) Jombang itu,” timpalnya.

Seperti diberitakan, Anis diamankan setelah satresnarkoba melakukan pengembangan kasus kepemilikan sabu-sabu yang dilakukan oleh Supriono, 37, warga Desa Prayungan, Lengkong. Pria berambut gondrong tersebut mengaku membeli sabu dari Haris, suami Anis.

Mendapati informasi tersebut, polisi langsung melakukan penggeledahan di rumah Anis. Bukannya menemukan sabu-sabu, petugas justru menemukan 88 ribu butir pil dobel L di sana.

Setelah Anis diperiksa petugas akhirnya diketahui bahwa Haris merupakan napi di Lapas Madiun. Satresnarkoba Polres Nganjuk mengaku telah mendatangi lapas tersebut pada Sabtu (18/1) lalu.

Di sana, petugas menanyai Haris terkait keberadaan puluhan ribu pil dobel L tersebut. “Tetapi dia (Haris, Red) tidak mau mengakui,” tutur perwira polisi dengan pangkat dua balok emas tersebut.

Lebih jauh Pujo menjelaskan, pelimpahan perkara tersebut tidak hanya dilakukan untuk Anis saja. Namun juga untuk dua pelaku lainnya. Yakni, M. Imron Maulana, 21, dan Slamet Sukirman, 24. Keduanya merupakan warga Kabuh, Jombang.

Meski status Anis belum ditetapkan, perempuan berambut panjang itu diduga berperan sebagai pengedar dobel L tersebut. Pasalnya, saat dilakukan pengembangan oleh tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk, kedua pria itu kedapatan memiliki ribuan pil dobel L yang diduga dari Anis.

Saat mengamankan Imron, petugas mendapati pil koplo sebanyak 1,5 ribu butir. Bahkan, petugas juga mendapati 0,80 gram sabu-sabu miliknya. “Kami juga mengamankan uang RP 100 ribu yang diduga sisa hasil penjualan sabu,” tandas Pujo.

Selanjutnya, dari tangan Slamet petugas mengamankan pil koplo sebanyak 5 ribu butir. Kini, kasus hukum ketiganya telah dilimpahkan kepada Polres Jombang lengkap dengan barang buktinya. “Pelaku dan seluruh barang buktinya telah kami limpahkan ke Polres Jombang,” pungkas Pujo.

Untuk diketahui, Anis diamankan dirumahnya oleh tim Rajawali 19 pada Jumat (17/1) lalu. Di sana, petugas mendapati 88 ribu butir pil dobel L. Tak hanya itu, di sana juga terdapat label palsu, seperangkat alat pres, dan pembungkus pil koplo tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia