Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Tradisi Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek: Sucikan Patung Makco

19 Januari 2020, 20: 07: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

kelenteng imlek kediri

BERSIH-BERSIH: Umat Kelenteng Tri Dharma Kediri membersihkan dan menyucikan patung dewa-dewi dan altar sebagai persiapan perayaan imlek. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Berbagai kegiatan dilakukan warga Tionghoa menjelang perayaan Imlek 2571. Kemarin, mereka bergotong royong membersihkan patung dewa dan dewi atau kimsin, di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.

Perayaan tahun baru Imlek 2571 jatuh pada Sabtu (25/1) mendatang. Sehari sebelumnya, 24 Januari, atau malam perayaan imlek seluruh umat Tri Dharma akan melakukan sembahyang bersama. Karena itu, ritual bersih-bersih dan penyucian patung dilaksanakan satu minggu sebelumnya.

“Seluruhnya dimandikan,” terang Sekretariat Tata Usaha Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Halim Prayogo.

Sebelum melakukan bersih-bersih dan penyucian, umat Tri Dharma melakukan doa sembahyang pada pagi harinya. Pada sore harinya baru melakukan ritual bersih-bersih klenteng. Halim menjelaskan bahwa saat sembahyang itu tujuannya adalah untuk mengantarkan dewa-dewi ke langit untuk menuju ke nirwana.

Saat itu juga, rupang (patung) yang sebelumnya disemayami oleh para dewa dibersihkan. Umat Tri Dharma memandikan rupang-rupang tersebut dengan kain yang dibasahi oleh air bunga mawar.

“Tidak direndam, hanya dilap saja pakai kain basahnya,” terang Halim kepada wartawan koran ini.

Puluhan umat Tri Dharma yang mengikuti bersih-bersih itu kemarin. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan meja, dan juga membersihkan 16 altar yang ada di kelenteng. Sedangkan jumlah patungnya mencapai lebih dari 60 patung. Dan semuanya dibersihkan.

Patung-patung itu seperti Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, hingga Makco Thian Shang Sheng Boo yang jumlahnya lebih banyak dari patung dewa-dewi lain.

Ada juga patung Makco yang usianya lebih dari dua abad, sama seperti usia kelenteng. Hal itu membuat yang membersihkan harus ekstrahati-hati.

Selain patung dewa-dewi, umat Tri Dharma juga membersihkan senjata-senjata yang diyakini digunakan oleh para dewa. Mulai dari pedang, tombak, gerigi, dan juga senjata lain.

Menurut Halim, ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam ritual memandikan rupang dewa. Mereka telah memenuhi syarat yang ditentukan. Yakni lebih dulu berpuasa pada hari sebelumnya. Untuk yang wanita harus dalam keadaan suci atau dalam keadaan tidak datang bulan.

Halim menjelaskan bahwa di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri proses memandikan rupang dewa harus selesai dalam sehari. Hal itu sesuai tradisi yang sudah ada dan tetap dijaga oleh pihak kelenteng.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia