Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Disdag Beri Batasan Penambahan Fasilitas

18 Januari 2020, 14: 21: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP BEROPERASI: Bangunan Pasar Bendo yang telas selesai dibangun dipotret dari angkasa.

SIAP BEROPERASI: Bangunan Pasar Bendo yang telas selesai dibangun dipotret dari angkasa. (Didin Saputro - Radar Kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pedagang Pasar Bendo di Kecamatan Pare yang akan menempati bangunan yang baru saja jadi harus benar-benar memperhatikan saran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri selaku pengelola. Mereka diberi batasan-batasan dalam menambah fasilitas. Hal ini agar pasar yang ditempati bisa kondusif demi kenyamanan bersama.

Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, pedagang benar-benar memanfaatkan dahulu fasilitas yang ada saat ini. Apabila ada hal-hal lain yang bersifat mendesak, tentu pihaknya akan menindaklanjuti.

Hanya saja, menurut Tutik, itu butuh evaluasi dan berita acara. “Sehingga di sini sementara pedagang diharapkan tidak semaunya menambah fasilitas yang ada,” jelasnya.

Tutik mencontohkan, selama ini di sejumlah pasar yang baru saja direvitalisasi banyak pedagang yang semaunya menambah fasilitas. Termasuk mengubah bentuk lapak yang ada. Sehingga ini menjadikan pasar tersebut lama-kelamaan tidak kondusif.

Salah satunya adalah di Pasar Mojo. Dari keterangan Tutik, banyak pedagang yang membuat sekat sangat tinggi. Sehingga para pedagang lain yang berada di belakang tidak terlihat.

Tentu saja itu dinilai disdag sangat mengganggu. Efeknya membuat pasar tidak kondusif. Kondisi tersebut akan mengubah tatanan serta wajah dari pasar yang telah dirancang sedemikian rupa.

 “Lama-kelamaan dikhawatirkan pengunjung tidak nyaman dan pasar menjadi sepi,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi, Tutik mengatakan, sekat tersebut dibatasi dengan ketinggian tertentu. Yang jelas pedagang lain harus tetap terlihat oleh pengunjung. Tak terkecuali, para pedagang yang ingin menambah meja permanen dengan cor. Hal tersebut sangat tidak dianjurkan.

“Sebenarnya boleh, tapi tidak permanen. Bisa menambah meja terlebih dahulu,” ungkapnya.

Memang, seharusnya untuk pasar tradisional, meja permanen dengan cor itu sangat diperlukan. Hanya saja, untuk sementara ini Tutik menegaskan bahwa akan mengevaluasinya lebih lanjut terkait hal tersebut. Semua bukan tanpa alasan, akan tetapi dari pengalaman di pasar-pasar tradisional lain permasalahan serupa tentu sangat masif terjadi. Sehingga untuk pasar-pasar yang baru saja direvitalisasi seperti Pasar Bendo ini, ke depan diharapkan bisa menjadi contoh pasar lain untuk menuju yang lebih baik.

Tentu saja, komitmen dalam penempatan di pasar yang baru saja dibangun ini, menurut Tutik, sangat diperlukan. “Kebersamaan dan juga kondusifitas teman-teman pedagang inilah yang kami harapkan,” imbuhnya.

Terkait pengundian yang akan dilakukan pada 20 Januari nanti. Tutik menyebut, pengundian tersebut tentu bersifat adil. Dan setelah pengundian, pedagang bisa langsung menempati lokasi pasar. Disdag memberi batasan selama 7 hari hingga 27 Januari semuanya harus sudah masuk. “Nanti kami dari tim akan evaluasi lagi seperti apa kondisinya,” tandasnya.

Sebelumnya, terkait revitalisasi Pasar Bendo ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Kediri Widodo Imam Santoso menyampaikan, revitalisasi sangat penting. Tujuannya, untuk memberikan lokasi pasar yang semakin mudah doakses dengan kenyamanan bagi masyarakat.

“Kita perlu merevitalisasi pasar-pasar yang sudah ada, yang menurut kami sudah tidak layak dan cenderung kumuh,” ungkapnya.

Bahkan, ke depan pemikiran pasar tradisional kumuh bisa dihilangkan. Sehingga konsumen yang pergi ke pasar tidak hanya membeli kebutuhan sehari-hari, namun bisa sembari berwisata dengan kondisi pasar yang semakin indah.

Untuk diketahui, Pasar Bendo direvitalisasi pada pertengahan 2018. Total ada, 35 kios dan 182 lapak pedagang yang disediakan di pasar Jalan Soekarno-Hatta, Pare ini. Selama revitalisasi, pedagang telah ditempatkan pada lokasi tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang berada di jalan seputaran pabrik rokok Apache.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia