Selasa, 25 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Wedding Expo 2020 Beri Bimbingan Calon Mempelai

Harus Siapkan Mental dan Sehat

18 Januari 2020, 14: 08: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

TAMBAH WAWASAN: Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Kediri M. Zamroni memberi materi seminar perkawinan di Grand Panglima Ballroom, Kota Kediri, kemarin.

TAMBAH WAWASAN: Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Kediri M. Zamroni memberi materi seminar perkawinan di Grand Panglima Ballroom, Kota Kediri, kemarin. (HABIBAH A MUKTIARA - Radar Kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Untuk menikah tidak hanya bermodal cinta. Namun, juga harus mempersiapkan mental dan kesehatan. Itulah materi seminar perkawinan yang berlangsung di Grand Panglima Ballroom, Kota Kediri, kemarin.

Acara seminar yang sekaligus sosialisasi sertifikasi pernikahan tersebut dibawakan oleh M. Zamroni, kasi bimbingan masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri.

“Karena lembaga perkawinan sangatlah sakral. Lembaga yang sangat mulia dalam mencapai kebahagiaan. Untuk mengarah ke sana memerlukan kesehatan mental lahir dan batin,” ungkap Zamroni.

Di hadapan awak media, ia mengatakan bahwa tahun ini banyak tantangan dalam membina keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Maka dengan adanya kegiatan Wedding Expo 2020 di Grand Panglima itu, merupakan momen yang tepat untuk memberikan bimbingan pada calon mempelai.

Tujuannya, agar calon mempelai dapat merasa siap rohani maupun jasmani. Sehingga kebahagiaan yang diinginkan dapat terwujud. Di mana pernikahan tersebut jauh dari penyesalan dan rasa tidak nyaman.

Pelaksanaan sertifikasi pernikahan yang juga dikenal dengan kegiatan kursus calon pengantin (sucatin) ini diadakan selama dua hari. Penyampaian materi akan dilakukan oleh fasilitator. Mereka sudah berpengalaman dan merupakan praktisi di bidangnya.

Terdapat sembilan materi yang perlu dipelajari dalam proses sertifikasi. Membangun landasan keluarga sakinah, merencanakan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah, dinamika perkawinan, kebutuhan keluarga, generasi berkualitas, kesehatan keluarga, ketahanan keluarga dalam menghadapi tentangan masa kini, mengenali dan menggunakan hukum untuk melindungi perkawinan dan keluarga, dan mengelola konflik.

“Dengan memiliki kartu pernikahan, kalian tidak perlu membawa buku nikah ketika akan menginap di hotel,” ungkap Zamroni.

Ketika menunjukkan kartu tersebut, akan di-scan dan terlihat status pernikahan hingga di mana pernikahan terjadi. Sama halnya membuat SIM kendaraan yang memiliki banyak prosedur. Namun dengan adanya kartu perkawinan dapat mempermudah segala urusan.

Dalam sosialisasi kemarin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima juga memberikan materi. “Tujuan premarital check up agar menghindarkan penyakit yang mengganggu keturunan nanti,” ungkapnya.

Dengan adanya premarital check up, merupakan persiapan calon pengantin agar nantinya menghasilkan keturunan yang sehat dan cerdas. Yang perlu diperhatikan, pernikahan memang memerlukan cinta. Namun selain cinta, perlu disiapkan dari segi kesehatan jasmani.

Tujuannya, apabila ada penyakit, maka harus siap dan memiliki solusi bagaimana dapat mencegahnya. “Seperti penyakit bersifat keturunan, itu harus dicegah dan dipersiapkan sebelum masuk ke jenjang pernikahan,” tuturnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia