Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Curi Uang untuk Bayar Utang

18 Januari 2020, 13: 36: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

BARANG BUKTI: Kapolres AKBP Handono Subiakto (kanan) dan Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Y.K menginterogasi Ahmad Yusuf dalam rilis di Polres Nganjuk, kemarin.

BARANG BUKTI: Kapolres AKBP Handono Subiakto (kanan) dan Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Y.K menginterogasi Ahmad Yusuf dalam rilis di Polres Nganjuk, kemarin. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Alasan Ahmad Yusuf, 28, mencuri uang Bendahara Desa Kalianyar, Ngronggot Sumini, 51, yang merupakan mertuanya sendiri, akhirnya terkuak. Warga Kelurahan Pojok, Kota Kediri itu mengaku bahwa dirinya sedang terbelit hutang dan kebutuhan ekonomi lain.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengatakan, motif ekonomi menjadikan Yusuf gelap mata. Hingga, dia nekat mencuri uang milik mertuanya sendiri sebesar Rp 174 juta yang merupakan uang kas desa setempat.

“Pelaku mengaku mencuri uang itu lantaran motif ekonomi. Pelaku butuh uang untuk membayar utang,” ujar Handono kepada para pewarta saat pers rilis di halaman Mapolres Nganjuk, kemarin pagi.

Lebih lanjut, dari total uang yang dicuri, tim Macan Wilis Satreskrim Polres Nganjuk berhasil mengamankan Rp 115 juta. Yakni dalam bentuk pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. “Pelaku sempat menggunakan uangnya sebesar Rp 59 juta,” lanjut Handono.

Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan petugas, di rumah pelaku juga didapati beberapa lembar amplop cokelat. Amplop tersebut merupakan tempat uang pada saat dicuri di lemari Sumini

Lembaran amplop cokelat itu terdiri dari berbagai nominal yang berbeda. Mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta. Infonya, uang tersebut memang sudah dipisah-pisahkan Sumini untuk keperluan pengeluaran desa. “Kami juga mengamankan dua buah HP yang diduga kuat sebagai sarana untuk melakukan tindak kriminal,” timpal orang nomor satu di Polres Nganjuk tersebut.

Pada saat diinterogasi oleh Handono, Yusuf mengaku ia tidak bermaksud mencuri uang kas desa tersebut. Namun, dia tidak menampik memang telah merencanakan aksi beberapa hari sebelumnya. “Memang sudah direncakan,” tandas perwira polisi dengan dua melati emas tersebut.

Yusuf mengatakan, dirinya tidak mengetahui ada berapa banyak dan tempat Sumini menaruh uangnya. Hanya saja, lantaran telah mengetahui seluk-beluk dan kebiasaan mertuanya, aksinya menjadi lebih mudah. Ia pun langsung menyasar lemari di kamar tidur mertuanya itu.

Yusuf tidak sendirian dalam melaksanakan aksinya,  ia turut dibantu oleh Fariz Setiawan, 27, temannya. Warga Bandarkidul, Mojoroto, Kota Kediri itu berperan sebagai sopir Yusuf kala beraksi pada Selasa (31/12) tahun lalu.

Oleh polisi, mobil All New Avanza AG 1821 BE itu juga turut diamankan. “Mobilnya kami amankan sebagai barang bukti kejahatan keduanya,” tutur pria asli Kota Angin tersebut.

Sementara itu, Yusuf juga mengakui sedang terbelit hutang. Hanya saja, ia enggan untuk menjelaskan rinciannya. “Untuk membayar utang serta cicilan kendaraan dan lain-lainnya,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditanya disela-sela pers rilis.

Namun saat ditanya apakah uang tersebut juga digunakan untuk hura-hura, pria berambut lurus itu mengelak. “Tidak, untuk bayar utang saja,” timpalnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia