Jumat, 10 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mogok di Rel, Truk Dihantam KA BBM

18 Januari 2020, 13: 30: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

RUSAK PARAH: Polisi mengevakuasi truk bermuatan puluhan tangki gas alam yang terguling setelah tertabrak KA di perlintasan Desa Mancon, Wilangan, kemarin.

RUSAK PARAH: Polisi mengevakuasi truk bermuatan puluhan tangki gas alam yang terguling setelah tertabrak KA di perlintasan Desa Mancon, Wilangan, kemarin. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this          

WILANGAN, JP Radar Nganjuk - Perjalanan Slamet Hartono, 47, dari Porong, Sidoarjo, menuju Temanggung, Jawa Tengah harus berhenti di perlintasan kereta api (KA) Desa Mancon, Wilangan. Ini setelah truk yang dikemudikannya mogok dan dihantam KA BBM pertamina di sana. Akibat kejadian itu, truk terlempar hingga 10 meter. 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 01.30, dini hari kemarin. Saat itu, Slamet mengemudikan truknya bermuatan 24 tangki gas alam dari arah timur ke barat. Saat melewati perlintasan KA, truk bernopol H 1963 GW itu mogok.

Padahal, dari arah utara sedang melaju KA 2631 F dengan kecepatan tinggi. Menurut Slamet, sebenarnya bodi truk sebagian besar sudah melewati perlintasan KA sebelah barat.

Tetapi, roda belakangnya masih berada di rel KA. "Tiba-tiba transmisinya rusak. Sudah berhenti total, tidak bisa bergerak lagi," ujar pria asal Temanggung, Jateng tersebut.

Melihat KA yang semakin mendekat, Slamet memutuskan untuk menyelamatkan diri. Ia memilih keluar dari truk dan menghindar dari tabrakan tersebut. Benar saja, tak lama setelah ia keluar, benturan hebat tak terelakkan lagi.

Truk yang berangkat dari Porong, Sidoarjo menuju Temanggung tersebut terpental hingga 10 meter. Menabrak bekas pos penjaga KA setempat hingga hancur. Akibat benturan tersebut, beberapa tangki gas bahkan sampai bocor. Saat ditanya apa jenis gas tersebut, Slamet tidak bisa menjelaskan secara detail.

"Isinya gas alam. Dari kantor cuma dikasih tahunya seperti itu," kata Slamet kepada koran ini. Kebocoran gas tersebut membuat evakuasi semakin sulit untuk dilakukan.

Kanit Lakasatlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino bahkan mendatangkan dua unit mobil damkar untuk berjaga-jaga. "Kami mengantisipasi jika terjadi kebakaran dari kebocoran gas tersebut," tuturnya saat ditemui di tkp, kemarin.

Beruntung, kebakaran tersebut tidak sampai terjadi. Gino pun memastikan kepada Slamet bahwa gas tersebut tidak berbahaya. Hingga akhirnya tuas gas dibuka secara utuh. Sekalian dihabiskan isi gas yang ada di seluruh tangki itu.

Sementara itu, lokomotif cadangan tiba sekitar pukul 03.00. Gerbong pun akhirnya dapat ditarik sekitar pukul 03.55. Gerbong itu langsung dibawa ke stasiun Saradan. Di sana, diketahui bahwa lokomotif asli mengalami kerusakan pada beberapa bagian.

"Setelah gerbong dapat dievakuasi, lalu lintas perlahan kami buka dan mulai lancar," imbuh Gino. Lalu lintas kendaraan sendiri sempat mengalami kemacetan hingga sejauh 2 kilometer.

Terpisah, Humas KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengklaim pihaknya mengalami kerugian hingga ratusan juta. "Untuk detailnya masih kami lakukan penghitungan. Tapi yang jelas kerugiannya dari kerusakan lokomotif dan jadwal kereta yang molor," paparnya saat dihubungi koran ini.

Akibat insiden tersebut, KA berisi berbagai jenis BBM itu sampai molor hingga 200 menit. Namun, untuk jadwal kereta api lainnya tidak ada gangguan. "Kami akan mengajukan klaim kerugian kepada pihak truk atau perusahaannya," imbuh Ixfan.

Untuk diketahui, evakuasi bangkai truk tersebut dilakukan sekitar pukul 05.00. Lama evakuasi memakan waktu hingga 1,5 jam. Setelah itu, arus lalu lintas berangsur mulai lancar dan normal kembali. Sembari beberapa pekerja membersihkan puing-puing sisa kecelakaan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia