Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Wabah Cikungunya Serang Warga Kapas

18 Januari 2020, 09: 32: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

BELUM SEMBUH: Sholikin, 63, salah satu warga yang menderita penyakit cikungunya menunjukkan obat yang didapat dari puskesmas.

BELUM SEMBUH: Sholikin, 63, salah satu warga yang menderita penyakit cikungunya menunjukkan obat yang didapat dari puskesmas. (REKIAN - JP RADAR KEDIRI)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Warga di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro terserang wabah penyakit cikungunya. Hingga kemarin ada puluhan kepala keluarga (KK) yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, wabah cikungunya mulai menyerang warga selama seminggu terakhir. Ciri-ciri penyakit yang diderita pun sama. Yaitu, demam, nyeri pada persendian, sakit kepala, dan lemas.

Bahkan ada beberapa warga yang tidak bisa bergerak karena persendiannya bengkak dan sakit.

Seperti diakui Solikhin, 63, warga setempat. Dia mengaku tidak bisa berjalan karena persendiannya sangat sakit. “Kalau sudah duduk tidak bisa berdiri, kalau berdiri tidak bisa duduk. Makanya banyak berbaring,” keluh pria tua itu.

Pria yang juga menjadi imam masjid ini menuturkan, pertama kali ada dua KK warga yang terkena cikungunya awal minggu lalu. “Saya dan tetangga,” akunya.

Saat itu, wabah cikungunya menyebar ke KK lainnya. Sedikitnya ada sekitar 20 KK warga yang terkena penyakit akibat virus dari gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus tersebut.

Solikhin menjelaskan, dirinya sudah sempat berobat. Tetapi, setelah dua hari mengonsumsi obat yang diresepkan, tidak ada banyak perubahan. Karenanya, dia memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat. 

“Sebagian warga yang kena sakit nyeri persendian dan demam enggan ke puskesmas karena mereka menganggap sakitnya bisa sembuh sendiri,” terangnya.

Noval, 19, warga setempat mengaku sudah sembuh setelah mengidap sakit panas dan sakit persendian selama lima hari.“Saya dan istri juga sakit tapi tidak dibawa ke puskesmas,” terangnya.

Ciri-ciri sakit yang diderita juga sama persis. Yaitu, nyeri di persendian dan demam. Hingga kemarin bahkan masih ada tetangganya yang mengalami sakit serupa.

Terpisah Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Nganjuk, Syaifulloh mengaku belum mendapat laporan dari puskesmas terkait wabah cikungunya di Kelurahan Kapas, Sukomoro. “Nanti kami akan koordinasikan dengan puskesmas,” tuturnya.

Syaifulloh menjelaskan, penyakit cikungunya memang identik dengan demam biasa. Jangka waktunya bisa hanya sampai tiga hari. Meski demikian, karena banyak warga yang menderita penyakit serupa, pria berkacamata ini mengaku akan segera berkoordinasi dengan puskesmas. Sehingga, bisa segera dilakukan pengecekan di lokasi. Jika wabah penyakit yang menimpa warga Kelurahan Kapas, Sukomoro itu benarbenar cikungunya, dinkes akan segera mengambil tindakan. “Segera kami tindak lanjuti,” janjinya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia