Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kiper Baru Persik Kegemukan, Coach Wahyudi Bakal Genjot Fisik  

16 Januari 2020, 14: 15: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

kiper dimas galih

TINGKATKAN PERFORMA: Dimas Galih bersama coach Wahyudi. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.jawapos.com)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Dimas Galih akhirnya resmi berlabuh ke Persik. Manajemen serius menjadikannya sebagai kiper utama bersanding dengan Bakhtiar Junaidi dan Fajar Setya. Sejak pralatihan, mantan penjaga gawang Kalteng Putra itu memang belum pernah absen.

Namun untuk menjadikan kiper yang mumpuni di Liga 1, tim pelatih masih memiliki pekerjaan rumah (PR) memperbaiki performanya. Pasalnya, pemain 27 tahun itu sekarang dianggap masih kelebihan berat badan.

          Pelatih kiper Persik Wahyudi mengakui secara mental Dimas Galih lebih baik dibanding Junaidi dan Fajar. Pemain kelahiran Surabaya itu sudah beberapa kali membela klub besar di kompetisi tertinggi sepak bola tanah air. Sebelum di Kalteng, Dimas pernah mengenakan jersey Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. “Mentalnya cukup teruji karena sudah bermain di Liga 1,” katanya.

          Problemnya saat ini, kata Wahyudi, kondisi fisiknya belum ideal. Dimas kegemukan. “Itu nanti menjadi tugas saya untuk merampingkan tubuhnya,” ungkap mantan kiper Persik ini.

          Mengenai kondisi fisiknya, Dimas mengakui sendiri kalau overweight. Namun sebelum liga bergulir pada Maret nanti, dia bertekad untuk menurunkan berat badannya. “Saya punya pola sendiri. Dari coach Wahyudi juga ada tambahan,” katanya ditemui usai latihan, Selasa lalu (14/1).

          Meski lebih berpengalaman, Dimas mengaku akan terus meningkatkan performanya. Apalagi di Kalteng Putra dia sempat cedera dan harus beristirahat selama dua pekan. Beruntung, di Persik Dimas dilatih Wahyudi. “Metode dari coach Wahyudi sangat membantu meningkatkan performa,” ucapnya.

          Bersama Junaidi dan Fajar, dia akan memperebutkan kiper utama Persik. Namun Dimas tidak mau menyebutnya sebagai persaingan. “Kami semua keluarga. Siapa yang main nanti menjadi urusan pelatih kepala dan pelatih kiper. Tapi saya selalu siap,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia