Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Razia Kos di Kediri: Mengaku Mampir tapi di Kamar Tertutup

15 Januari 2020, 14: 33: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

razia kos kediri

PERIKSA: Anggota satpol PP mendatangi salah satu kamar kos di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Senin (13/1) malam. (SATPOL PP KOTA KEDIRI for radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Lagi, muda-mudi yang bukan pasangan suami-istri terazia satpol PP saat berduaan di kamar kos. Kali ini lokasinya di salah satu rumah kos yang berada di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Saat didatangi petugas, keduanya mengaku hanya mampir sebentar.

Pasangan itu diketahui berinisial MI, 21, asal Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, dan wanita berinisial SS, 19, asal Kecamatan/Kota Kediri. “Dari pemeriksaan kartu identitas, keduanya bukan suami-istri,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Razia itu berawal saat petugas penegak perda Kota Kediri itu mendapatkan aduan dari masyarakat bahwa ada salah satu tempat kos yang digunakan untuk tindakan yang tidak semestinya. Warga melihat ada lelaki yang mengajak pasangannya masuk kamar kos.

Satpol PP kemudian mendatangi lokasi Senin (13/1). Setelah melakukan pengecekan, mereka mendapati satu pintu kos yang tertutup. Ketika dibuka ada sepasang remaja berbeda jenis kelamin.

Seperti prosedur biasa, petugas meminta kartu identitas keduanya. Memastikan keduanya adalah pasangan suami-istri atau bukan. Namun, saat diperiksa alamat di KTP keduanya berbeda. Akhirnya keduanya mengaku bahwa mereka bukan suami-istri. “Mengakunya hanya teman dan sekadar mampir,” imbuh Nur Khamid.

Agar tidak menimbulkan kegaduhan di tempat kos tersebut, petugas membawa keduanya ke Kantor Satpol PP Kota Kediri. Mereka dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.

Nur Khamid menjelaskan, pasangan bukan suami-istri tersebut sudah menjalani pemeriksaan dan pendataan. Selain itu, mereka juga mendapat pembinaan. “Kami minta pihak keluarga datang dan kartu identitas kami bawa sementara sampai keluarga datang,” ujarnya.

Kepada petugas Satpol PP, pengelola tempat kos mengaku bahwa MI dan SS bukan penyewa kamar tersebut. Keduanya mengaku bahwa kamar tersebut disewa oleh teman MI. Saat membuka pintu kos yang dalam keadaan tertutup, pun keduanya masih dalam keadaan rapi.

Namun, satpol menegaskan bertindak karena ada laporan dari masyarakat sekitar. Yang menyaksikan ada lelaki membawa teman perempuannya ke dalam kamar. “Masyarakat melaporkan apa yang mereka lihat. Yakni ada lelaki yang masuk ke dalam kamar bersama teman perempuan. Jadi kami tindak lanjuti,” terang Nur Khamid.

Nur Khamid menegaskan juga akan memanggil pemilik kos. Agar tidak ada kesalahpahaman. Karena dari keterangan MI dan SS, mereka hanya mampir sebentar di tempat kos yang dihuni temannya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia