Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Mejono Gantung Diri di Pohon Asam Setinggi 7 Meter

15 Januari 2020, 14: 22: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

gantung diri plemahan

TRAGIS: Jenazah Suseno setelah diturunkan dari pohon asam dibawa petugas kepolisian dibantu warga di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, kemarin (14/1). (POLSEK PLEMAHAN for radarkediri)

Share this          

PLEMAHAN, JP Radar Kediri — Nasib Suseno Hadi, 48, warga Dusun/Desa Mejono, Kecamatan Plemahan berakhir tragis. Buruh lepas ini ditemukan meninggal sekitar pukul 09.00, kemarin. Diduga dia bunuh diri akibat depresi.

Lehernya terjerat tali nilon warna biru pada dahan pohon asam setinggi tujuh meter di belakang rumahnya. “Dari informasi yang kita himpun, diduga korban mempunyai masalah dengan keluarganya, masalah ekonomi. Korban bunuh diri karena tidak sanggup menanggung masalah tersebut,” terang Aipda Andhik Susilo, kasihumas Polsek Plemahan kemarin (14/1).

Mulanya Suwanto, 55, dan Dami, 60, tetangga Suseno, melihat jasad menggelantung di pohon asem. Mengetahui hal tersebut, mereka melapor ke Kepala Desa (Kades) Mejono Agung Priyono, 40. Selanjutnya diteruskan ke Polsek Plemahan.

Petugas polsek dan Unit Identifikasi Polres Kediri segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).  “Selanjutnya kami menurunkan korban dari atas pohon untuk pemeriksaan luar. Hasilnya, penyebab kematian murni gantung diri,” jelas Andhik.

Selain itu, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Puhjarak menyebut, tidak ada tanda kekerasan. “Hanya terdapat tanda gantung diri, yaitu mengeluarkan sperma dan kotoran dari dubur. Keluarga korban tidak menghendaki otopsi, jenazah korban diserahkan keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Andhik.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia