Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngembat HP, Guru Honorer Asal Patianrowo Ditangkap Massa 

Aksi di Warung Bakso

15 Januari 2020, 14: 16: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

pencurian hp

TERTANGKAP BASAH: Kapolsek Plosoklaten AKP Sudarsono menunjukkan tersangka kasus pencurian, Henky Windiar Putra, dan barang buktinya di mapolsek, kemarin. (Rendi Mahendra - radarkediri)

Share this          

PLOSOKLATEN, JP Radar Kediri — Henky Windiar Putra, 37, warga Dusun Glagahan, Desa Pecuk, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk ditangkap massa, kemarin. Pria yang mengaku guru penjaskes honorer sekolah dasar (SD) ini tertangkap basah ngembat telepon seluler (ponsel).

          Peristiwanya terjadi di warung bakso milik Mansurin di Dusun/Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten. Henky mengambil gawai milik Mochamad Mahmudi, 21, warga Dusun Batumulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kecamatan Wates yang sedang andok di sana.

          Handphone (HP) Realme 5 tersebut diambil Henky saat tertinggal di kantong dasbor sepeda motor Vario 125 milik korban. Namun, aksinya tepergok si pemilik barang. Mahmudi sempat mengejar seraya berteriak. Pelarian Henky pun terhenti di tangan massa. Beruntung petugas kepolisian segera mengamankannya.

    “Saat ini pelaku dalam proses penyidikan. Kasusnya sudah dalam penanganan kami,” kata Kapolsek Plosoklaten AKP Sudarsono dalam press release, kemarin (14/1).

Dia mengungkapkan, kasusnya terjadi sekitar pukul 14.30, Senin (13/1). Siang itu, Henky berada di warung bakso Mansurin, Brenggolo. Di sana ia melihat ponsel diletakkan di kantong dasbor motor Vario yang belakangan diketahui milik Mahmudi.

Mengetahui pemilik ponsel itu sedang membeli bakso, Henky pun memanfaatkan kesempatan. “Pelaku melihat pemilik ponselnya lengah, langsung mengambil HP di dasbor kiri depan,” terang Darsono.

Apesnya, saat hendak kabur dengan motor Yamaha Mio putihnya, aksi Henky dipergoki. Mahmudi mengetahui ponsel diambil. Dia langsung mengejar sambil berteriak, maling…maling! Warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sontak menghadang laju Henky. Bapak dua anak ini pun tak berkutik.

Kepada petugas polsek, Henky mengaku, niat awalnya ke Kediri akan menjual sepeda motor. Namun di tengah jalan, sehabis membeli bakso melihat ponsel di dasbor motor niat buruknya muncul.

“Pelaku ini mengaku sebagai guru penjaskes honorer di salah satu SD Patianrowo. Mulanya ke Kediri untuk jual motor,” beber Sudarsono.

Sayang hingga kemarin, barang bukti ponsel Realme 5 belum ditemukan. Sebab saat diamankan massa, gawai itu dibuang Henky di semak-semak tak jauh dari TKP. “Saat saya ditangkap, saya mau mengembalikan HP itu ke pemiliknya. Tapi karena pemiliknya menolak, ndak percaya kalau HP itu miliknya, lalu saya buang ke semak-semak,” dalih Henky saat diinterogasi polisi.

Polsek Plosokaten mengamankan BB sepeda motor Yamaha Mio, jaket olahraga, dan boks ponsel Realmi 5. “Pelaku terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman pidana paling lama 7 tahun,” pungkas Sudarsono.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia