Rabu, 08 Apr 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case
Otomotif

Terjang Banjir, Ini yang Harus Dicek pada Mobil Anda 

Bahaya karena Ada Asam di Hujan

15 Januari 2020, 14: 07: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

kondisi mobil

BOCOR ATAU TIDAK?: Petugas AUTO 2000 mengecek kondidi mobil. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

Musim hujan yang lebat membuat jalan sering terjadi genangan hingga banjir. Tak hanya bahaya bagi manusia, kendaraan khususnya mobil juga memiliki risiko tersendiri. Sebab, air hujan memiliki kandungan asam yang bisa memicu kerusakan pada mobil.

Mobil yang pernah terendam banjir, biasanya meninggalkan beberapa masalah. Mulai dari masalah kelistrikan, mesin, potensi karat hingga aroma kabin yang tidak sedap. “Karena mobil terbuat dari logam, maka akan tidak baik apa bila terkena air,” terang Anggit Yuliartono Marsudi, service Head Toyota 2000.

Untuk mobil yang pernah terendam banjir, memang harus dilakukan pengecekan. Dalam pengecekan tersebut dapat diserahkan pada yang profesional. Nantinya mobil akan dicek secara keseluruhan untuk mengetahui komponen yang rusak.

Selanjutnya, saat pengecekan akan dilakukan penanganan sesuai kategori kerusakan. “Dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tipe A (heavy), tipe B (medium) dan tipe C (light),” imbuhnya.

Anggit menjelaskan, untuk tipe C (light) atau ringan yaitu kendaraan yang terendam banjir sebatas karpet dan di bawah jok. Sementara tipe B (medium) biasanya mobil terendam hingga dashboard, dan tipe A (heavy) kendaraan terendam penuh hingga plafon.

Pada kategori tipe C (light) atau ringan, penanganan yang dilakukan adalah melepas jok, lepas karpet dan mengeringkan bisa dengan menggunakan laundry dan ganti peredam karpet. Kemudian overhaul alternator, overhaul motor starter, bongkar dan bersihkan rem. “Selanjutnya, cek kondisi dan pelumasan bearing roda, periksa kondisi steering, EPS, power steering, serta cek junction block (electrical), wire connection dan sensor. Berikutnya, membersihkan mesin,” jelas Anggit kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sementara untuk kategori medium (tipe B) penanganan lebih banyak. Pekerjaan yang dilakukan meliputi semua pekerjaan light ditambah beberapa item lainya. Mulai dari melepas dan mengeringkan jok, door trim, dashboard, dan speaker, periksa sistem AC, periksa radio tape, periksa sistem bahan bakar, periksa sistem pengapian, periksa alarm mobil.  

Selanjutnya Anggit menyebutkan bengkel akan menguras oli mesin, kuras oli transmisi dan gardan, menguras transmisi otomatis, serta tangki bahan bakar.

Untuk kategori perbaikan besar atau type heavy, penanganannya selain pekerjaan pada type B dan C ditambah membersihkan atau mengganti plafon, serta overhaul transmisi. “Nah, pada bagian ini juga akan dicek apakah kondisi mesin sudah masuk air atau belum. Apabila mesin sudah masuk air, maka ada potensi perlu dilakukan engine overhaul," kata Anggit.

Pertolongan Pertama Mobil Terendam Banjir

-         Putuskan aliran listrik

Air masuk ke dalam mesin mobil adalah suatu hal yang sangat fatal. Agar mesin tidak mengalami korsleting, maka yang dilakukan pertama adalah mematikan sistem listrik pada mobil. Caranya dengan membuka kap mesin. Setelah kap tersebut dibuka, kemudian lepas penghubung kabel plus dan minus pada aki untuk menghindari korsleting.

-         Lepaskan rem tangan

Langkah kedua yang dilakukan adalah tidak menggunakan rem tangan. Alasan kenapa tidak boleh melakukan rem tangan, hal tersebut menghindarkan kanvas rem tidak melekat. Sebagai gantinya, untuk mobil manual diamankan dengan memasukkan gigi satu dan matikan posisikan transisi pada P. Sebagai gantinya, lebih baik menggunakan batu sebagai rem manual.

-         Jangan hidupkan mesin sampai keadaan kering

Hal ini sangat perlu diperhatikan jangan coba-coba menghidupkan mesin apabila banjir baru surut. Untuk menghidupkan mesin, sebaiknya menunggu mobil dalam keadaan kering dalam waktu 24 jam. Terutama mobil yang terendam hampir keseluruhan, terutama jika air sudah masuk kedalam dashboard. Karena hal ini berkaitan dengan water hammer, yang menyebabkan mesin jebol. Kondisi ini karena tekanan berlebih pada ruang mesin.

Ketika dinyalakan, air dapat masuk melalui lubang asupan udara, kerja mesin akan lebih berat.  Piston akan memukul air yang masuk ke dalam ruang bahan bakar dalam jumlah banyak, karena tekanan berlebih membuat setang piston bengkok dan mesin jebol.

-         Cek pelumas mesin

Cek kondisi pelumas mesin juga perlu. Untuk mengecek kondisi pelumas mesin, dapat melalui dipstick guna melihat jejak air pada sistem lubrikasi. Jika terdapat jejak air, maka jangan sampai menghidupkan mesin. Untuk melihat apakah terdapat jejak air, terlihat dari perubahan warna. Di mana oli yang berawarna kuning, akan berubah menjadi putih dan agak berbusa jika terkena air.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia