Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pembebasan Lahan Bandara Kediri: Lima Hektare Belum Tuntas

PT SDHi Jamin Tak Ada Potongan

14 Januari 2020, 13: 38: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

bandara kediri

PERIAPAN: Lokasi perkampungan yang bakal menjadi tempat pembangunan Bandara Kediri. (Didin Sapuitro - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Proyek pembangunan bandar udara (bandara) Kediri  memang telah dimulai. Beberapa titik di lokasi calon bandara tersebut juga telah diratakan. Namun, hingga saat ini masih ada lahan yang belum terbebaskan. Luasnya, sejatinya tak terlalu besar. Bila dibanding seluruh lahan bandara, yang belum terbebaskan hanya sekitar 1,5 persen. Atau, bila diukur, jumlahnya sekitar lima hektare.

Meskipun kecil, namun pembebasan lahan itu sangat krusial. Sebab, lahan tersebut terkait dengan pergeseran jalur lepas landas pesawat (runway). Masalahnya, hingga kemarin proses pembebasan lahan itu belum juga kelar.

Nah, menghadapi problem tersebut, Pemkab Kediri pun turun tangan. Bupati Kediri Haryanti turun langsung untuk mencari penyebab berlarut-larutnya proses pembebasan lahan tersebut.

Tidak sendirian, bupati kemarin membawa jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda). Mulai dari Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Putut Tri Sunarko, Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Rohmadi. Juga, ada Direktur PT Surya Dhaha Investama Maksin Arisandi, sebagai investor pembangunan bandara tersebut.

Mereka menemui warga pemilik lahan tersebut. Lokasinya di salah satu rumah makan di Dusun Bedrek Selatan, Desa/Kecamatan Grogol kemarin siang pukul 11.00. Setidaknya ada sekitar 30 warga yang mengikuti pertemuan tersebut.

Menurut Haryanti, sampai saat ini, masih tersisa 1,5 persen yang belum berhasil dibebaskan. Karena sudah masuk proyek strategis nasional (PSN), kebutuhan pembebasan lahan ini sudah sangat mendesak. “Apalagi proyek sudah dimulai,” tuturnya.

Sementara warga sering mendapat informasi yang salah dan simpangsiur terkait dengan pembebasan lahan. Karena itu, dengan bertemu langsung, dia berharap semua warga memiliki kejelasan.

Lalu, kenapa warga belum mau melepas tanahnya? Mereka yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan penyebabnya. Salah satunya adalah kegalauan mereka terkait nasib mereka setelah tanah dibeli oleh investor.

Seperti diungkapkan oleh salah satu warga Anis dari Desa Grogol yang mengaku tidak menerima penawaran uang ganti rugi yang dianggapnya terlalu rendah. “Sementara uang itu tidak bisa digunakan untuk membeli tanah di sekitar sini yang harganya sudah melonjak tinggi. Apakah kami harus terdepak dari wilayah desa kami sendiri,” keluh perempuan berjilbab ini. Sementara tanah yang berada tepat di depan rumah dan tetangganya memiliki ganti rugi yang lebih besar.

Keluhan yang tak jauh berbeda juga diungkapkan Sunarko. Menurutnya, warga memang kesulitan membeli tanah di sekitar Grogol. Pasalnya, harganya saat ini sudah berlipat ganda. Sementara ganti rugi yang diterima di bawah uang pengganti tersebut. “Kami berharap ada bantuan,” tuturnya.

Sebenarnya, berapa biaya uang pengganti yang ditawarkan investor? Direktur PT Surya Dhaha Investama (SDhI) Maksin Arisandi menyebutkan bahwa pihaknya memberikan tawaran uang ganti rugi sebesar Rp 750 ribu per meter persegi untuk tanah pekarangan yang ada rumah. Sementara untuk tanah tegal dan sawah sebesar Rp 500 ribu. “Itu harga final tertinggi. Kami tidak akan naikkan lagi,” tandasnya.

Maksin pun memastikan kepada warga bahwa warga yang bertransaksi tidak akan dikenakan biaya transaksi. Bahkan, pihaknya memastikan tidak ada kewajiban pembayaran uang fee sepeser pun kepada petugas pemerintah maupun makelar. “Semua uang utuh masuk ke rekening bapak ibu,” tegasnya di depan warga.

 

Proyek Bandara Kediri

-         Area yang sudah dibebaskan : 370 hektare

-         Desa-desa terdampak:

Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan

Desa Grogol, Kecamatan Grogol

Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan

Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan

-         Lahan yang belum dibebaskan

          Desa Grogol                  48 bidang

          Desa Jatirejo        3 bidang

          Desa  Bulusari      13 bidang

-         Harga penawaran investor

Tanah pekarangan                   Rp 750 ribu/m2

Tanah tegal/sawah                   Rp 500 ribu/m2

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia