Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi
SEKOLAH RUSAK

Hujan Deras, Plafon Ruang Guru Ambruk

Khawatir Tak Aman, Pilih Beraktivitas di Luar

14 Januari 2020, 12: 19: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

atap ambrol

RAPUH: Plafon ruang guru SDN Mojoseto ambrol Sabtu (11/1) malam lalu. Para guru tetap berkantor di ruangan tersebut hingga kemarin. (Dokumen Lasmi Hartini for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kondisi gedung SDN Mojoseto, Gondang, semakin memprihatinkan. Setelah tiga ruang kelasnya rusak dan menunggu perbaikan tahun ini, Sabtu (11/1) malam lalu atap ruang guru diketahui ambruk. Akibat kejadian itu, kini para guru di sana kebanyakan beraktivitas di luar ruangan.

          Pantauan koran ini, seluruh plafon ruang guru tersebut ambrol. Hanya menyisakan rangka saja. Kepala SDN Mojoseto Lasmi Hartini mengatakan, kejadian ambruknya plafon di sekolah itu baru diketahui Minggu (12/1) sore. “Baru tahu saat staf mengecek data ke sekolah. Ruangan sudah berantakan,” ujar Lasmi.

          Selain plafon ruang guru, menurut Lasmi plafon ruang kelas III yang atapnya baru diperbaiki 2018 lalu juga ambrol. Mendapati hal itu, para guru bersama warga langsung membersihkan plafon yang ambrol.

          Bagaimana dengan kantor para guru? perempuan berjilbab itu menjelaskan, mereka tetap berkantor di ruangan tersebut. Hanya saja, para guru lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. “Bangunan sudah tidak aman,” lanjutnya.

          Untuk diketahui, sejak November lalu,mayoritas siswa SDN Mojoseto sudah belajar di luar kelas. Siswa kelas I, II, dan IV belajar di balai desa. Selanjutnya, siswa kelas III belajar di gedung TK terdekat. Adapun kelas VI belajar di perpustakaan. Hanya siswa kelas V yang belajar di kelas, samping kantor guru.

          Dengan bertambahnya kerusakan kelas di SDN Mojoseto, Lasmi berharap sekolah bisa segera diperbaiki. “Dengan ambruknya atap ruang guru ini semua jadi takut belajar di dalam ruangan. Merasa tidak aman,” tuturnya.

          Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan di enam ruang kelas SDN Mojoseto beragam. Dua ruang kelas yang baru direhab tahun 2018 lalu mengalami retak-retak di dindingnya. Keretakan juga terjadi pada bagian lantai. Salah satu ruang kelas yang dindingnya retak tersebut, pfalonnya ikut ambrol Sabtu malam lalu.

          Selebihnya, kelas di SDN Mojoseto rusak karena plafonnya sudah ambrol lebih dulu. Praktis, hanya ada satu ruangan yang sekarang masih bisa digunakan untuk belajar.  

          Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mokhamad Yasin menjelaskan, dinas pendidikan akan merehab tiga ruang kelas rusak di SDN Mojoseto tahun ini. Yakni, di kelas IV, V, dan VI. “Perbaikan di sana (SDN Mojoseto, Red) jadi prioritas,” ujar Yasin sembari menyebut perbaikan kelas rusak menggunakan anggaran tahun 2020 ini.

          Kapan perbaikan bisa dilakukan? Yasin mengaku belum bisa menyebutkan waktunya. Meski demikian, dia memastikan pembangunan akan dilakukan setelah lelang selesai. Dia memprediksi lelang bisa dilakukan paling cepat Maret nanti. “Secepatnya,” tegas Yasin.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia