Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
PERISTIWA

Mengantuk, Carry Hantam Truk di Jalan Tol

14 Januari 2020, 12: 02: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

laka

RINGSEK: Polisi melakukan olah tkp kecelakaan di tol ruas Desa Mungkung, Rejoso, kemarin. (Dokumen Satlantas for radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk - Nekat berkendara di jalan tol dalam kondisi mengantuk harus dibayar mahal oleh Bambang Bimantoro, 31, subuh kemarin. Suzuki Carry pikap yang dikendarainya pria asal Magelang, Jawa Tengah itu menghantam truk Fuso di km 643+200 A, Desa Mungkung, Rejoso. Akibat kejadian itu, Bambang dan Budi Wurtanto, 43, penumpangnya mengalami luka-luka.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino mengatakan, kecelakaan di jalur bebas hambatan itu terjadi sekitar pukul 04.30. Bambang

melajukan kendaraannya dari arah barat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (tkp), diperkirakan Carry bernopol AA 1965 QH berjalan dengan kecepatan tinggi. “Dia (Bambang, Red) melajukan kendaraannya di jalur cepat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Sayangnya, pada saat itu Bambang dalam kondisi yang kurang siap untuk berkendara jauh. Diduga kuat, ia dalam kondisi mengantuk. Hingga, rasa kantuknya tidak bisa ditahannya. Tak ayal, ia pun kehilangan kendali atas kendaraannya. “Tadi (kemarin, Red) dia (Bambang, Red) juga mengaku kalau mengantuk,” lanjut Gino.

Pikap hitam itu pun langsung oleng tak terkendali. Kemudinya membanting ke arah kiri. Nahas, pada saat yang bersamaan melaju truk Fuso yang dikendarai oleh Sugeng Hermanto, 50, warga Desa Kepuh, Kertosono, Nganjuk.

Tak ayal, saat membanting ke kiri dengan kecepatan tinggi, tabrakan antara pikap dan truk yang mengangkut kapas itu tidak dterelakkan. Bagian depan pikap menghantam dengan  keras bagian belakang sisi kanan truk Fuso.

Akibat benturan itu, bagian depan pikap rusak parah. Kaca depannya juga pecah dan bodinya ringsek sampai menggencet Bambang dan Budi. Kerusakan paling parah terutama pada sisi kiri pikap.

Menurut Gino, keduanya mengalami yang relatif sama. Yakni, mengalami luka memar dan lecet di wajah. “Penumpangnya (Budi, Red) juga mengalami luka di lecet di kaki kirinya. Keduanya lalu dilarikan ke RSUD Nganjuk,” terang pria yang kerap bercanda itu.

Lebih jauh Gino menuturkan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Nganjuk didominasi oleh faktor kelalaian pengendara sendiri. “Kami tidak henti-hentinya mengimbau para pengendara untuk istirahat atau menepi jika sedang mengantuk di jalan. Keselamatan yang utama,” pesannya.

Lebih lanjut, akibat kecelakaan tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta. Sementara itu, barang bukti (BB) Carry pikap masih diamankan di rest area exit tol Begadung. Sedangkan BB truk berada di kantor Satlantas Polres Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia