Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Di Pasar Grosir Pare, Kediri Jahe Impor Tekan Harga Jahe Lokal

13 Januari 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BERSAING: Pedagang Pasar Grosir Pare menunjukkan jahe lokal dagangannya, Minggu (12/1). Di pasar ini, jahe lokal bersaing dengan jahe impor yang masuk dari pedagang luar pulau.

BERSAING: Pedagang Pasar Grosir Pare menunjukkan jahe lokal dagangannya, Minggu (12/1). Di pasar ini, jahe lokal bersaing dengan jahe impor yang masuk dari pedagang luar pulau. (HABIBAH A. MUKTIARA-jp radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Bersaing dengan jahe impor, harga jahe lokal mengalami penurunan. Bahkan, nilainya sampai Rp 5 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang di Pasar Grosir Pare mengungkapkan, penurunan harga itu sudah terjadi sejak awal tahun ini.

Denok, 53, salah satu pedagang, mengatakan, sebelumnya harga jahe lokal Rp 40 ribu per kilogram. “Sekarang Rp 35 ribu,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri. 

Penurunan ini disebabkan oleh masuknya jahe impor ke pasar tersebut. “Pasokannya datang dari luar pulau,” ungkapnya.

Jahe impor yang dimaksud oleh Denok adalah jahe kiriman dari Sumbawa dan Medan. Jahe impor tersebut mulai masuk ketika memasuki awal tahun. Inilah yang menyebabkan persaingan harga. Pasalnya, harga jahe impor lebih murah. Pedagang kulakan dengan harga Rp 25 ribu per kg dan menjualnya lagi Rp 30 ribu per kg.

Meski demikian, Denok tetap lebih memilih menjual jahe lokal karena pembeli sudah mengetahui perbedaan kualitasnya. Memang, jahe impor penampilannya lebih menarik. Ukurannya besar dan mengilap. Sementara, jahe lokal lebih kecil dan kusut.

Cuma, lanjut Denok, jahe lokal rasanya lebih pedas. Selain itu lebih awet. Berbeda dengan jahe impor yang lebih cepat membusuk karena biasanya sudah diawetkan dalam freezer atau cold storage terlebih dulu. “Jadi, saya tetap lebih suka jual yang lokal,” tandasnya.

Jahe lokal itu diambilnya langsung dari petani. “Setiap ambil sekitar tiga kuintal,” lanjut Denok.

Untuk jahe lokal jenis emprit yang lebih kecil, dia menjual seharga Rp 30 ribu per kilogram. Sementara, untuk bumbu-bumbu lain seperti kunir Rp 6 ribu per kilogram dan laos Rp 8 ribu per kilogram. (ara)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia