Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Hujan Es di Tarokan, Rumah Porak-Poranda, Satu Orang Terluka

13 Januari 2020, 10: 15: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

hujan es kediri

BERANTAKAN: Kasiyanto yang tangannya terluka melihat kondisi bangunan rumahnya yang rusak akibat hujan es di Dusun Jati, Desa Jati, Kecamatan Tarokan, kemarin. (Mualifu Rosyidin - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Derasnya hujan dengan butiran es menyebabkan bencana di Dusun/Desa Jati, Kecamatan Tarokan. Setidaknya sebuah rumah porak-poranda akibat terjangan es batu sebesar jari jempol orang dewasa tersebut. Bangunan yang rusak itu dihuni oleh keluarga Kasiyanto, 60, warga Jati.

Atap genting di dua kamar tidur runtuh. Begitu pula atap dapur. Bahkan, dinding di ruang tempat memasak tersebut ambruk. Imbasnya, seisi perabotannya rusak.

          Tak hanya rumahnya yang berantakan, Kasiyanto sendiri sempat menjadi korban. Dia tertimpa reruntuhan dinding bata dan tangannya terkena kusen pintu yang terlepas dan terpental ke arahnya. “Gawangane lawang mencelat kenek  (kusen pintu terpental kena) tangan Mas,” ungkap bapak empat anak ini.

          Akibatnya, tangan kiri Kasiyanto berdarah. Hingga kemarin, ia mengaku, masih nyeri. Terasa sakit kalau digerakkan. Untuk mengurangi rasa sakit, tangan yang terluka itu disangga dengan selendang yang dililitkan di leher.  

“Kejadian hujan es itu pada hari Sabtu (11/1) Mas, sekitar pukul 14.00. Dua kamar dan dapur saya rusak,” ujarnya.

Awal mula kejadian, di wilayah Kecamatan Tarokan diguyur hujan lebat sekitar pukul 13.00 WIB. Hanya saja, di sebagian dusun yang air hujannya disertai es sebesar jempol. Diamaternya sekitar sekitar tiga sampai lima sentimeter (cm). Termasuk di Dusun Jati.

Kecepatan angin normal. Tidak ada tanda-tanda bakal terjadi puting beliung. Saat itu, Kasiyanto mengaku, sedang tidur di kamar belakang. Siang itu, dia hanya berdua dengan Sukarti, 38, istrinya. Namun, sang istri tengah tidur di ruang depan. Ruangan itu masih aman ketika diterjang hujan es.

Petaka justru terjadi di kamar belakang yang ditiduri Kasiyanto. Ketika mendengar suara atap dan dinding rumahnya seperti dilempari batu, pria ini sempat terbangun. Saat mendengar suara gemuruh, dia segera bergegas keluar. Tetapi, terlambat.

Reruntuhan dinding dan atap terburu jatuh. Dinding tembok dua kamar beserta dapur yang terletak di belakang ambruk. Genting setinggi 4 meter berjatuhan. Bersamaan dengan itu, kusen pintu yang terbuat dari kayu terpental mengenai tangan kiri Kasiyanto.

Suara keras reruntuhan itu terdengar sampai ke rumah tetangganya. Mereka langsung menghambur melihat kondisi rumah Kasiyanto. Di sana, mereka menemukan Kasiyanto telah terbaring lemas. Tangannya dipenuhi darah. Sebagian warga langsung membopongnya ke tempat yang aman.

Sementara itu, Sukarti yang sedang berada di depan rumah dan melihat kondisi suaminya langsung pingsan. Tampaknya, dia tak tega melihat suaminya yang dibopong warga. “Ngesakne (kasihan) Mas,” ujar ibu empat anak itu beberapa saat setelah sadarkan diri.

Sukarti mengaku, takut terjadi apa-apa pada suaminya. Pasalnya, di antara material reruntuhan yang terkena tangan suaminya juga banyak paku, batu, dan kayunya. Perempuan ini tak hanya sekali pingsan. Namun berkali-kali tak sadarkan diri. Lalu pingsan lagi. Itu diduga karena dia cemas, bingung, dan takut mengetahui rumahnya roboh. Apalagi sampai menimpa suaminya.

Setelah kondisi Kasiyanto membaik, dia dan beberapa tetangga melihat atap serta kerangka kayu penyangganya yang masih menggantung. Agar tak ambruk–

 meski dalam kondisi masih hujan– Kasiyanto bersama warga langsung mencari batang bambu untuk menyangga atap rumahnya.

“Ya supaya nggak ikut runtuh. Jika kerangka itu runtuh, akan merambat ke seluruh rumah. Itu bisa menyebabkan seluruh atap rumah roboh,” paparnya.

Sesaat setelah kejadian tersebut, perangkat desa setempat langsung menyambangi rumah Kasiyanto. Mereka juga melaporkan kejadian bencana ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri.

Sabtu lalu (11/1) sekitar pukul 18.45, Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri juga telah melakukan asesmen. Mereka melakukan perhitungan kerusakan yang terjadi akibat fenomena bencana alam itu.

Dari hasil asesmen, sudah memastikan kerusakan yang ditimbulkan masuk dalam kategori sedang. Hingga kemarin siang, sekitar pukul 14.00 piha BPBD masih dalam tahap pengajuan bantuan material untuk perbaikan rumah milik Kasiyanto.

Sejak pagi kemarin sampai sekitar pukul pukul 13.00, warga bergotong-royong untuk membersihkan reruntuhan dan sedikit melakukan perbaikan di bagian belakang rumah Kasiyanto. Itu agar tidak membahayakan penghuni maupun bangunan rumah di sekitarnya.

Kondisi tangan Kasiyanto sampai kemarin sore pukul 16.00 masih terlihat memar. Dia mengatakan, masih nyeri ketika digerakkan.

Kepala URC BPBD Kabupaten Kediri Windoko mengatakan, fenomena ini merupakan hal normal ketika memasuki perubahan musim. Kendati begitu, BPBD mengimbau masyarakat jika terjadi hujan es agar segera berlindung ke tempat yang aman. Terutama berada di atap yang kokoh. Pasalnya, butiran es yang jatuh rata-rata memiliki kecepatan sekitar 5 hingga 40 meter per detik. “Kecepatan jatuhnya es akan bertambah jika gumpalan es yang turun berdiameter lebih dari 5 sentimeter,” pungkasnya.

Fenomena Hujan Es di Kediri 

Desember 2019

12 Desember

Terjadi di Desa Selopanggung dan Bulu, Kecamatan Semen

Butiran es berdiameter 5 sampai 10 cm

Pohon tumbang dan belasan rumah rusak ringan hingga sedang

Tidak ada korban luka maupun meninggal

25 Desember

Di Kabupaten Kediri terjadi di beberapa desa Kecamatan Semen dan Tarokan

Di Kota Kediri terjadi di Kelurahan Bujel, Sukorame, dan Campurejo

Butiran es berdiameter 2 sampai 3 cm

Tiga rumah ambruk, 213 rumah rusak ringan hingga sedang

Tidak ada korban luka maupun meninggal

Januari 2020

12 Januari

Terjadi di Desa Jati, Kecamatan Tarokan

Butiran es berdiameter 3 sampai 5 cm

Beberapa atap rumah warga tersingkap, satu rumah roboh

Satu korban luka-luka

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia