Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Curah Hujan Pengaruhi Harga Ikan di Kediri

12 Januari 2020, 20: 48: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

ikan

MAHAL: Tanto, pedagang ikan, berada di lapaknya, di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, kemarin. Harga ikan melambung karena cuaca yang tak bersahabat bagi nelayan. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri– Musim hujan tak hanya membuat komoditas pertanian dan peternakan saja yang naik harga. Harga ikan laut pun mengalami hal serupa. Mengalami tren kenaikan dalam dua minggu terakhir.

“Rata-rata harga ikan laut mengalami kenaikan (mulai) Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu,” terang Tanto, pedagang ikan di Pasar Setonobetek, kemarin.

Tanto mengatakan, kenaikan harga itu disebabkan faktor cuaca. Selama awal musim penghujan ini, cuaca di laut menurut para nelayan, tidak bersahabat. Selalu diwarnai gelombang tinggi. Membuat tingkat kesulitan bagi nelayan menjadi tinggi. Hingga sebagian nelayan memilih tak melaut.

Padahal, di pasaran permintaan konsumen justru meningkat. Itulah yang membuat harga menjadi terkatrol naik.

Dalam kondisi normal, Tanto mengaku bisa menyimpan stok ikan laut sebanyak lima kuintal. Jumlah itu biasanya untuk mencukupi permintaan selama tiga hari. Namun, dalam kondisi seperti saat ini dia hanya mendapat suplai tiga kuintal saja untuk durasi waktu yang sama.

“Padahal satu kuintal ikan tenggiri saja habis dalam waktu tiga hari,” ujarnya, di sela-sela melayani pembeli yang datang di lapaknya kemarin.

Menurut pedagang berusia 32 tahun ini, ikan tenggiri memang yang paling jadi primadona saat ini. Permintaan konsumen meningkat. Itu membuat harganya juga mengalami kenaikan yang lumayan, hingga Rp 10 ribu per kilogram. Dari semula Rp 70 ribu.

Yang juga banyak dicari pembeli adalah ikan kembung. Ikan dengan tubuh agak menggembung ini saat ini dijual dengan harga Rp 35 per kilogram. Naik Rp 5 ribu dibanding harga sebelumnya.

Selain dua jenis ikan di atas, ikan-ikan seperti kakap merah, tuna, dan cumi-cumi juga mengalami kenaikan. Untuk harga kakap merah bisa disebut sebagai yang paling mahal, bersama dengan cumi. Yaitu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

“Padahal normalnya, harga ikan kakap merah bersar Rp 70 ribu per kilogram,” terang Tanto.

Masih ada lagi jenis ikan laut yang mengalami kenaikan. Yaitu tuna. Hanya, kenaikannya tidak besar. Hanya Rp 5 ribu per kilogram. Kemarin, harga ikan jenis ini mencapai Rp 40 ribu. Dari semula yang hanya Rp 35 ribu per kilogram.

Tanto menambahkan, sebenarnya yang mengalami kenaikan harga bukan hanya ikan laut saja. Ikan tambak pun mengalami hal serupa. Beberapa jenis ikan tambak langsung meroket sejak masuk musim penghujan. Penyebabnya juga sama, faktor cuaca. Curah hujan tinggi menjadi faktornya.

“Musim hujan membuat banyak petani tambak yang gagal panen,” sebutnya.

 Sebelum musim hujan, Tanto menjual ikan nila dengan harga Rp 30 ribu per kilogram. Kali ini naik sebanyak Rp 10 ribu, menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Dan untuk bandeng kecil, yang semula dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilogram kini menjadi Rp 25 ribu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia