Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jumlah Pengunjung Naik Enam Kali Lipat

Wisatawan Sesalkan Minimnya Penunjuk Arah

12 Januari 2020, 20: 15: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

roro kuninng

RAMAI: Pengunjung memadati lokasi wisata Air Merambat Roro Kuning. Pada hari libur, wisatawan yang berkunjung ke sana naik enam kali lipat dibanding hari biasanya. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

LOCERET, JP Radar Nganjuk - Jelang pergantian tahun, objek wisata Roro Kuning, di Desa Bajulan, Loceret naik hingga enam kali lipat. Dalam seminggu terakhir, sudah ada ribuan wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di ujung selatan Nganjuk itu.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, pada hari biasa jumlah pengunjung di wisata Air Merambat Roro Kuning kurang dari 100 orang. Tetapi, pada Minggu (29/12) lalu, jumlah pengunjung mencapai 605 orang. “Kenaikan pengunjung terjadi sejak seminggu terakhir,” ujar Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Kepurbakalaan dan Museum Disparporabud Amin Fuadi.

          Lebih lanjut Amin mengatakan, selama seminggu terakhir total pengunjung di wisata Air Merambat Roro Kuning total sebanyak 2.813 wisatawan. Amin optimistis jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Terutama pada perayaan tahun baru besok. “Saat tahun baru bisa lebih ramai lagi,” lanjutnya.

          Dikatakan Amin, saat ini objek wisata Air Merambat Roro Kuning sudah mulai dikunjungi oleh orang luar daerah. Mereka memanfaatkan momen hari libur seperti sekarng untuk berwisata.    

Untuk diketahui, sesuai Perda No. 6/2018 tentang Perubahan Perda No. 07/2011 tentang Retribusi Jasa Usaha, tarif masuk ke Roro Kuning sebesar Rp 8 ribu untuk anak-anak dan Rp 10 ribu untuk orang dewasa. Pada hari libur seperti sekarang, tarif yang dikenakan lebih mahal. Yaitu, Rp 10 ribu untuk anak-anak, dan Rp 15 ribu untuk orang dewasa.

Dengan jumlah pengunjung hampir mencapai 3.000 orang, dalam waktu sekejap Roro Kuning bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 33,75 juta. Jumlah yang disumbangkan dipastikan akan lebih banyak lagi jika ditambah pengunjung hari ini.

Retribusi yang lebih besar dipastikan didapat dari objek wisata andalan lainnya. Terutama dari Air Terjun Sedudo yang tiap harinya jumlah pengunjung hampir menyentuh angka seribu orang.

Bahkan, pada hari libur jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Terkait potensi retribusi dari sejumlah tempat wisata andalan ini, Amin tak menampiknya. Terutama dari Sedudo yang menjadi lokasi wisata andalan Kota Angin.

Tahun ini disparporabud mematok target retribusi pariwisata sebesar Rp 1,8 miliar. Dengan tren peningkatan jumlah pengunjung dan tarif baru yang sudah diberlakukan sejak beberapa bulan lalu, retribusi wisata hampir dipastikan bisa melampaui angka Rp 2 miliar tahun ini.

  Sementara itu, Reihan, 33, pengunjung asal Jombang mengatakan, dirinya baru pertama kali datang ke Roro Kuning, kemarin. Awalnya, dia mengira Roro Kuning tak ubahnya air terjun Sedudo. “Masih banyak yang harus dibenahi,” ujarnya meminta agar ada penambahan sejumlah fasilitas di sana. 

          Meski ada beberapa kekurangan, Reihan mengaku senang karena harga makanan di Roro Kuning relatif murah. “Penunjuk arah ke sini juga minim. Ada banyak yang kesasar karena tidak ada penunjuk arah di dekat jembatan Sudirman tadi,” keluhnya. (rq/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia