Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Erosi, Bukit Dalem Longsor

Tanaman Keras Minim, Lahan Ditanami Jagung

12 Januari 2020, 17: 16: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Gundul

GUNDUL: Pantauan udara di bukit Dalem Dusun Keduk, Desa Kebonagung, Sawahan yang terjadi erosi, kemarin siang. Bukit yang dulunya hutan sekarang hanya ditanami jagung dan pohon mangga. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

SAWAHAN, JP Radar Nganjuk- Dampak penggundulan hutan di bukit Dalem Dusun Keduk, Desa Kebonagung, Sawahan mulai terasa. Lahan yang seharusnya berisi tanaman keras itu ditanami jagung. Akibatnya, saat hujan deras mengguyur daerah setempat, tanah langsung longsor memenuhi jalan desa setempat.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, longsoran di akses jalan antardusun itu dipenuhi lumpur di beberapa titik. Setidaknya ada empat titik material tanah yang memenuhi jalan. Meski tetap bisa dilewati, namun material lumpur yang cukup tebal membuat jalan licin.

Jalan

LICIN: Warga mengurangi kecepatannya saat melewati lumpur yang memenuhi jalan antardusun di sana. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Kalaksa BPBD Nganjuk Soekonjono mengatakan, erosi yang mengakibatkan tanah longsor itu terjadi akibat penggundulan hutan secara masif. “Padahal pepohonan itu bisa mencegah erosi. Tidak adanya reboisasi ini yang membuat terjadinya longsor,” ujar Soeko.

Lebih jauh Soeko mengatakan, dirinya mendapat laporan tentang erosi di bukit Dalem itu pada Kamis (9/1) malam. Kemarin dia langsung menerjunkan tim untuk melakukan pantauan udara di wilayah tersebut. Dari sana diketahui jika kondisi lahan memang kritis.

Pepohonan atau tanaman keras di sana sangat minim. Bahkan hampir tidak ada. Melainkan berganti tanaman jagung. Saat hujan turun deras, pohon jagung itu tidak bisa jadi penahan tanah. Sehingga rentan terjadi longsor. “Akhirnya risiko kepada pengguna jalan dan warga di sana juga,” imbuh pria yang akrab disapa Soeko itu.

Jika terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi longsor dalam skala besar. Terlebih, setiap tahunnya potensi kerusakan dan dampaknya juga akan semakin besar. Tak hanya longsor, pendangkalan saluran dan sumber air juga menjadi ancaman serius.

Menyikapi hal itu, Soeko menegaskan jika di lokasi tersebut harus segera dilakukan penghijauan di sana. “Harus ditanami dengan jenis tanaman lindung dan tumbuhan jenis rerumputan. Dengan begitu tanah akan memiliki penahan jika hujan datang,” tegasnya sembari menyebut lahan bisa ditanami mahoni yang bisa cepat tumbuh.

Sementara itu, dengan adanya lumpur di jalan, pengendara yang melintas harus menurunkan lajunya. Menjaga keseimbangan agar tidak tergelincir saat menerjang material lumpur di sana.

Kasi Pemerintahan Desa Kebonagung, Sawahan Abdul Jalil mengungkapkan, keberadaan lumpur di jalan itu sudah membuat warganya celaka. “Kepeleset ada, tapi tidak sampai parah,” terang Jalil.

Pria kelahiran asli Desa Kebonagung itu menegaskan, penggundulan hutan dari tahun ke tahun cukup terasa di sana. Puncaknya pada 2-3 tahun lalu, di mana mayoritas lahan hutan menjadi produksi.

“Dulu kalau musim hujan, mungkin 2-3 kali ada yang tanahnya tergerus. Tapi sekarang pokok ada hujan deras pasti material tanahnya ambrol,” tutur  Jalil.

Hal itu diperparah dengan saluran irigasi di sana tak mampu menampung debit hujan. Baik karena debitnya yang memang tinggi atau lantaran ada saluran yang tersumbat.

Bencana di Desa Kebonagung:

-Bukit Dalem gundul setelah tanaman keras di hutan diganti dengan jagung

-Setiap musim hujan terjadi tanah longsor yang membahayakan warga

-Beberapa titik jalan antardusun di bukit Dalem dipenuhi lumpur yang licin

-BPBD meminta agar lahan seluas puluhan hektare itu dilakukan penghijauan

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia