Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satpol PP Kota Kediri Kembali Razia Panti-Panti Pijat, Ini Temuannya

10 Januari 2020, 12: 02: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

panti pijat kediri

CEK IZIN: Kasi Penegak Produk Hukum Daerah (PPHD) Kahar melakukan pendataan terapis dan karyawan salah satu panti pijat di Kota Kediri, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Upaya Pemkot Kediri menertibkan keberadaan panti-panti pijat di wilayahnya terus berlanjut. Kemarin satpol PP kembali mendatangi tiga panti pijat. Melakukan pemeriksaan kelengkapan izin. Hasilnya, satu di antaranya izinnya sudah habis masa berlakunya.

Panti pijat yang izinnya mati itu berada di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren. Namun, belum ada sanksi bagi panti pijat itu. Pihak penegak perda tersebut hanya memberi surat peringatan.

“Panti pijat Akeno memang sudah mempunyai izin. Namun sudah habis masa berlakunya,” terang Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Agus Dwi Ratmoko, saat mendatangi panti pijat tersebut sekitar pukul 12.00 WIB kemarin (9/1).

Saat memeriksa berkas perizinan, satpol PP mendapat keterangan dari pengelola bahwa izin mereka sedang dalam proses pengurusan kembali. Hingga kemarin surat izin yang baru belum keluar.

Mengetahui fakta itu, Agus menegaskan bahwa pihak pengelola panti pijat harus segera melengkapi izinnya. Namun, karena pengelola mengaku sudah melakukan pengurusan, mereka hanya diberi surat peringatan (SP) saja. Surat peringatan itu dianggap sebagai SP pertama.

Sebelumnya, pihak satpol PP telah mendatangi beberapa panti pijat. Lokasinya di tiga kecamatan yang ada, Mojoroto, Kota, dan Pesantren. Total, ada lima tempat yang didatangi. Satpol menemukan hanya dua di antaranya yang memiliki izin. “Yang lain akan kita pantau terus, karena memang bilangnya sedang proses perizinan,” imbuhnya.

Sebelum memeriksa izin, petugas Satpol PP Kota Kediri yang berjumlah sekitar sembilan orang tersebut datang dan melakukan pengecekan terhadap ruangan yang digunakan untuk pijat. Saat melakukan pengecekan itu mereka tidak menemukan aktivitas dari pelanggan dan terapis. Dari empat ruang terapi, hanya satu kamar yang ada isinya. Itupun berisi dua orang terapis yang sedang beristirahat.

Pihak satpol juga mengecek para terapis tersebut. Mulai kartu identitas hingga sertifikat terapis. Semuanya diketahui lengkap.

Agus menambahkan bahwa pemeriksaan usaha jasa pijat ini akan terus dilakukan secara bertahap. Dengan tujuan untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD). “Tim Jaring PAD terus melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat usaha di Kota Kediri. Sementara fokus ke panti pijat dan tidak menutup kemungkinan nantinya juga ke tempat hiburan lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, petugas Satpol PP Kota Kediri sudah menghentikan operasional panti pijat ‘Classic Spa’ yang terletak di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Panti pijat tersebut tidak boleh beroperasi karena sudah tiga kali mendapatkan SP namun tidak ditindaklanjuti. “Sudah dikunci juga kemarin oleh petugas,” pungkas Agus.

Dari data yang dikumpulkan oleh Satpol PP Kota Kediri, terdapat delapan panti pijat yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Kediri. Dari pendataan, masih ada tiga yang mengantongi izin usaha.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia