Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Laut Padi Mulya Agung Pesona, si Bocah Pencinta Reptil

Badan Jadi Demam saat Tahu Biawaknya Lepas

10 Januari 2020, 11: 15: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

reptil

BERANI: Laut dengan dua reptil kesayangannya, Kasper yang merayap di dada, dan Jeje, yang berada di sofa. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

Kegemarannya unik. Paling tidak untuk bocah seusianya. Bukannya senang memelihara kucing ataupun anjing, gadis cilik ini justru hobi mengoleksi reptil. Mulai iguana hingga tokek.

HABIBAH A. MUKTIARA,Kabupaten, JP Radar Kediri

Bocah perempuan itu bergegas menuju suatu tempat usai mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai. Tangannya cekatan menyambar semprotan air. Kemudian mengarahkannya mulut semprotan ke salah satu kandang. Menyirami hewan melata yang ada di dalamnya.

Di dalam kandang itu ada dua iguana. Yang satu berwarna hijau. Sedangkan seekor lagi warnanya merah berkombinasi hijau. Dua hewan itu adalah peliharaan sang gadis cilik tersebut, Laut Padi Mulya Agung Pesona.

“Ini namanya Kasper,” terang Laut sembari memegang iguana berukuran kecil yang berwarna campuran merah dan hijau.

“Dan yang ini Jeje,” sambungnya sembari meraih iguana hijau, yang tubuhnya lebih besar dibanding yang pertama.

Tanpa rasa takut Laut menggendong keduanya. Dengan lembut dia membelai kepala Kasper dan Jeje bergantian. Beberapa kali mengajaknya bercanda.

Peliharaan gadis cilik ini bukan hanya dua reptil itu saja. Di sekitar kandang Kasper dan Jeje ada beberapa kandang lagi. Isinya adalah hamster dan sugar glider. Selain itu, sebenarnya dia juga sempat memiliki burung hantu jenis brown owl dan tupai kelapa.

“Karena rantainya lepas, burung hantunya hilang,” terang sang ayah, Kabib Sunandar.

Bahkan, sebelum memelihara iguana, Laut juga punya biawak. Sayangnya, akibat lupa menutup pintu kandang biawak itu lepas dan kabur.

Kaburnya sang biawa sempat membuat hati Laut sedih tak terkira. Saat tahu piaraannya hilang, dia langsung menangis. Karena sedihnya Laut sempat demam usai kejadian itu.

Menurut sang ayah, Laut punya hobi berbeda dengan dua anaknya yang lain. Bila yang lain cenderung geli melihat reptil. Dan lebih suka hewan berbulu seperti anjing atau kucing.

Masih menurut Kabib, Laut menyukai reptil dengan cara alamiah. Tanpa ada dorongan dari orang lain, termasuk dirinya. Anak keduanya itu mulai suka reptil ketika usia dua tahun. Saat itu, ketika hendak tidur, dia melihat seekor tokek yang merayap di dinding kamar. Di dekat langit-langit. Sontak dia meminta sang ayah menangkap hewan bersuara khas itu. Saat tidak dituruti, Laut menangis hingga tak bisa tidur.

Demi memenuhi keinginan buah hatinya itu, Kabib mengambil tokek tersebut. Tentu saja tidak mudah. Perlu waktu empat jam sebelum bisa mendapatkannya. “Setelah ditangkap dan dimasukan ke dalam kandang, dibawa ke kamar tidur,” kenang suami Diyah Retno ini. Tokek hasil tangkapan itu menjadi hewan pertama peliharaan Laut.

Tapi sebelumnya, Laut memang sering menangkap hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Bahkan dia pernah demam karena menangkap lebah. “Waktu itu ia menangkap lebah yang berada di kaca jendela. Dia mengira lebah itu kupu-kupu,” kenangnya.

Setelah itu peliharaan Laut bertambah. Tapi bukan reptil. Melainkan hewan seperti kucing anggora, hamster, dan tupai. Baru ketika berusia lima tahun, bocah yang kini duduk di kelas satu SDN Asmorobangun IV itu memelihara seekor iguana. Iguana tersebut berjenis redmix, yang diberi nama casper. Seperti namanya iguana yang kini panjangnya lima belas sentimeter, memiliki corak hijau dan semburan warna merah.

“Dulu waktu pertama takut, tapi kata ayah nggak papa nggak usah takut,” cerita Laut.

Setelah memiliki Casper, Laut dibelikan satu iguana jenis green blue. Iguana tersebut diberi nama Jeje.

Laut masih dibantu kedua orang tuanya dalam merawat hewan-hewan peliharaannya itu. Tugasnya hanya memberi makan. Sementara untuk pemberian vaksin dilakukan oleh Kabib.

Karena terbiasa memberi makan, Laut sangat hapal dengan kebiasaan kedua piaraannya itu.  “Casper kalau makan dimuntahkan kembali, kalau dipaksa untuk makan langsung gigit,” jelasnya.

Dalam satu hari, Laut memberi makan sebanyak dua kali. Makanan yang diberikan berupa sayuran dan buah-buahan. Sayurnya sawi atau kangkung. Sedangkan buahnya dia pilih pisang.

Karena terlalu akrabnya Laut dengan Jeje dan Kasper,  keduanya kerap diajak untuk jalan-jalan ke mall. Dan itu tanpa memasukkan keduanya ke kandang. Jeje dan Kasper diletakan di di dashboard mobil.

Dari kesukaanya terhadap hewan reptil itu juga berbuah prestasi. Banyak perlombaan yang ia ikuti. Perlombaan terakhir yang ia ikuti, berlangsung di Kediri Mall, Kota Kediri. Nama lomba tersebut adalah "Kick 2 2019” Kontes Iguana Cah Kediri. Sebagai kontestan paling muda Laut mendapatkan jauara empat.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia