Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Segera Terbitkan SK Tanggap Darurat

Percepat Prosedur Penanganan Bencana

09 Januari 2020, 11: 38: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Bencana

DAMPAK BANJIR: Bupati Novi (rompi coklat) bersama jajaran forkopimda mengecek plengseng anak sungai Semantok yang ambrol di Desa Klagen, Rejoso, Rabu (8/1). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nganjuk di awal tahun ini langsung direspons oleh Pemkab Nganjuk. Dalam waktu dekat Bupati Novi Rahman Hidhayat mengaku akan segera menerbitkan SK tanggap darurat bencana. Dengan cara demikian, penanganan bencana di Kota Angin bisa dilakukan dengan cepat.

Hal itu disampaikan Bupati Novi saat mengecek anak sungai Semantok di Desa Banjarejo, dan Desa Klagen, Rejoso, yang baru saja meluap akhir 2019 lalu. “Saya akan membuat SK tanggap darurat untuk menyikapi bencana-bencana di musim hujan,” ujar orang nomor satu di Pemkab Nganjuk itu.

Lebih jauh Novi mengungkapkan, dengan SK tanggap darurat bencana, penanganan bencana di Nganjuk bisa dilakukan dengan cepat. Tanpa prosedur yang berbelit. Dengan cara demikian, Novi berharap dampak bencana yang mungkin terjadi nanti bisa diminimalkan.

Untuk diketahui, selama musim hujan, ancaman bencana yang terjadi di Kabupaten Nganjuk beragam. Mulai banjir, tanah longsor, hingga bencana angin ribut. Dengan SK tersebut, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) bisa melakukan penanganan secara terpadu. “Saya sudah menginstruksikan BPBD untuk koordinasi dengan instansi terkait lainnya dalam penanganan kedaruratan,” lanjutnya.

Untuk diketahui, kemarin Bupati Novi bersama pejabat Forkopimda Kabupaten Nganjuk mengecek anak sungai Semantok yang meluap akhir Desember lalu. Bersama Kapolres AKBP Handono Subiakto, Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo, Kajari Ardiansyah, dan Plt Sekda Nur Solekan, Novi melihat kondisi sungai yang plengsengannya ambrol.

Terkait kerusakan plengsengan itu, menurut Novi akan bisa segera diperbaiki setelah SK darurat bencana diteken. “Sekarang bisa segera diatasi dengan tanggul dan plengsengan sementara,” bebernya.

Bapak empat anak ini menjelaskan, plengsengan sungai ambrol karena tergerus debit air sungai yang tinggi beberapa waktu lalu. Peningkatan debit air, salah satunya akibat air kiriman dari wilayah Tritik, Rejoso.

Novi menuturkan, penahan air di sekitar bendungan memang banyak berkurang setelah proyek strategis nasional itu digarap. Karenanya, untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, dia sudah meminta BPBD dan instansi terkait mengatasinya.

Selebihnya, penyebab bencana banjir adalah penyempitan aliran sungai yang menjadi masalah klasik. Karenanya, Novi juga mengambil opsi normalisasi sungai setelah curah hujan tidak tinggi. “Saat ini kami fokus penanganan darurat lebih dulu,” tandasnya.

Senada dengan Novi, Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto dan Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo menegaskan pihaknya siap terjun dalam penanganan kebencanaan. Polres dan Kodim siap mengerahkan pasukan masing-masing untuk turut melakukan monitoring potensi bencana.

Dalam kesempatan kemarin, Handono bersama Novi dan Joko sempat membersihkan sampah yang menumpuk di tepi sungai dengan menggelontor air. Penumpukan sampah diklaim sebagai penyebab penyempitan daerah aliran sungai dan memicu banjir.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia