Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tertabrak KA, Pengemudi Pikap Tewas

Kendaraan Terseret Hingga 500 Meter

08 Januari 2020, 15: 13: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

OLAH TKP: Kanit Laka Satlantas Ipda Sugino (dua dari kanan) mengecek kondisi pikap yang tertabrak KA Brantas di Desa Bungur, Sukomoro, kemarin. Akibat kecelakaan tersebut, sopir mobil tewas di tempat kejadian.

OLAH TKP: Kanit Laka Satlantas Ipda Sugino (dua dari kanan) mengecek kondisi pikap yang tertabrak KA Brantas di Desa Bungur, Sukomoro, kemarin. Akibat kecelakaan tersebut, sopir mobil tewas di tempat kejadian. (Andhika Attar - radarkediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kelalaian Andik Prasetya, 40, saat melewati perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Bukur, Sukomoro, harus dibayar mahal. Pria asal Wonorejo, Gurah itu tewas setelah mobil pikap yang dikendarainya tertabrak KA Brantas, dini hari kemarin.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 02.00. Saat itu, Andik yang mengendarai mobil pikap bernopol AG 1989 YZ melintas dari arah selatan. “Dia hendak menyeberang perlintasan menuju Jl Raya Nganjuk-Surabaya,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino.

Diduga, saat melewati perlintasan KA yang tak berpintu itu Andik kurang konsentrasi alias lalai. Di saat bersamaan dari arah barat melaju KA Brantas Jakarta yang hendak menuju ke Blitar.

Jarak yang sudah dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Braaak! Bodi depan KA Brantas menghantam bodi bagian kiri pikap hitam itu dengan keras. Mobil berstiker Riki dan Riko di bagian depan itu tak bisa menghindar.

Andik terjebak di balik kemudinya.

Berasama kendaraannya, pria kelahiran 1979 tersebut terseret KA. Baru setelah jarak sekitar setengah kilometer, KA dapat berhenti. Kru KA bersama petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi. Sayang, nyawa Andik tidak terselamatkan. Dia tewas di tempat kejadian.

“Korban (Andik, Red) lalu dibawa menuju RSUD Nganjuk,” imbuh perwira dengan satu balok emas tersebut. Sementara itu, KA Brantas 118 baru dapat melanjutkan perjalanan sekitar pukul 02.58.

Berdasarkan pantauan koran ini, kerusakan paling parah terdapat di sisi kiri pikap. Ringsek parah tepat pada bagian tengah. Bemper depannya terlepas. Kaki-kaki roda depan dan belakang bagian kiri patah. Ceceran darah juga terlihat menempel di jok pengemudi.

Menurut Gino, korban diduga kurang konsentrasi dan tidak memperhatikan rambu-rambu saat hendak melewati perlintasan KA tersebut. Terlebih, perlintasan itu tidak berpalang pintu.

“Kami mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati. Seperti saat melewati persimpangan KA tak berpalang, harus dipastikan tidak ada KA yang lewat,” pesannya.

Sementara itu, lantaran lokasi yang kurang memungkinkan untuk evakuasi kendaraan, sementara pikap hanya ditepikan di selatan rel KA. Selanjutnya, kemarin siang beberapa petugas PT KAI DAOP VII Madiun turun ke lapangan untuk memindahkan kendaraan.

Gino menuturkan, sebenarnya Senin malam lalu satlantas berusaha melakukan evakuasi. Tetapi, hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan. “Makanya, kami kerja sama dengan PT KAI, mengevakuasi dengan diangkut lori,” terang Gino.

Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko berujar, akibat kecelakaan dini hari kemarin, jadwal keberangkatan lima KA molor. “Keterlambatan beragam, antara 20 hingga 50 menit,” jelasnya.

Tak hanya mobil pikap saja yang rusak, menurut Ixfan kereta juga mengalami kerusakan. Mulai lampu kabut sebelah kiri yang pecah, hingga selang rem yang sempat terlepas. Beruntung, kondisi KA masih aman dan bisa melanjutkan perjalanan. “Pukul 03.07 KA Brantas 118 berhenti luar biasa di Stasiun Baron untuk menyerahkan laporan kejadian. Lalu, pukul 03.11 sudah dapat berangkat lagi,” tandas Ixfan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia