Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Puluhan Paspor CJH Kota Kediri Belum Tuntas, Kemenag Beri Deadline

08 Januari 2020, 13: 52: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

paspor haji kediri

MENGURUS: CJH Kota Kediri saat di kantor Kemenag. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.jawapos.com)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri harus memperpanjang pengurusan dokumen calon jamaah haji (CJH). Dari semula pembuatan paspor di-deadline Desember 2019, mundur menjadi Januari 2020. Pasalnya, ada puluhan CJH yang belum menyelesaikannya.

          Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengatakan, masih ada 20 CJH yang belum menyelesaikan pembuatan paspor. Itu berarti dari 244 CJH yang masuk daftar berangkat, yang tuntas paspornya sebanyak 424 orang.

          Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu CJH untuk mengurus paspor mereka di Kantor Imigrasi Kelas II-B Kediri. Karena itulah, kantor kemenag terus mendorong agar pembuatan paspor cepat tuntas. “Kami perlu opyak-opyak (mengingatkan) yang belum,” kata Tjitjik kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Tjitjik mengatakan, mayoritas yang belum terkendala pembuatan paspor adalah CJH lanjut usia (lansia). Usianya di atas 60 tahun. Pertama, salah satu penyebabnya tidak ada keluarga yang mengantar untuk mengurus dokumen. “Ada juga yang belum lengkap dokumennya,” kata perempuan yang juga menjabat Plt Kasubbag Tata Usaha (TU) Kantor Kemenag Kota Kediri ini.

          Sebenarnya, dari Kemenag, penyerahan dokumen CJH paling lambat pada Desember lalu. Namun karena ada CJH yang belum beres, waktunya diperpanjang sampai bulan ini. “Kalau bisa Januari harus diselesaikan,” ujar Tjitjik.

          Untuk diketahui, awalnya ada 251 CJH yang masuh daftar berangkat haji tahun ini. Kemudian, dalam perjalanannya, ada 7 orang meninggal dunia. Mereka tidak bisa digantikan ahli waris karena belum masuk fase pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Karena itu, saat ini jumlahnya tersisa sebanyak 244 orang.

          Tjitjik mengatakan, jumlah CJH masih bisa terus berubah setelah pelunasan BPIH. Pasalnya, pemerintah pusat akan membuka kuota untuk lansia. Di luar itu, ada tambahan CJH mutasi. Terutama mutasi masuk dari luar kota.”Masih berubah. Saat ini masih tetap (244 orang),” terangnya.

          Dengan perubahan tersebut, dia memperkirakan, jumlah CJH Kota Kediri tahun ini naik dibanding 2019. Jumlahnya mencapai 300 orang. Sedangkan tahun lalu, jumlah jamaah Kota Tahu sebanyak 262 orang. (baz/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia