Senin, 06 Apr 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Di Kediri, Beras Saset Tidak Laku Karena Ini

06 Januari 2020, 12: 08: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

JARANG YANG JUAL: Beras saset kemasan 200 gram produksi Perum Bulog. Di Kediri, pedagang jarang yang menjualnya.

JARANG YANG JUAL: Beras saset kemasan 200 gram produksi Perum Bulog. Di Kediri, pedagang jarang yang menjualnya. (ISTIMEWA)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Sempat diluncurkan Awal Juni 2019, beras kualitas premium dalam kemasan saset 200 gram ternyata kurang diminati pasar di Kediri.

“Untuk program beras saset, di wilayah Nganjuk, Kediri Kota, dan Kabupaten Kediri ternyata belum efektif,” ujar Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kediri Mara Kamin Siregar.

Di hadapan awak media, Kamin menjelaskan jika dibandingkan dengan wilayah Jogjakarta, penjualan beras saset memang belum begitu laku. Sebab, biasanya yang membutuhkan adalah mahasiswa yang tinggal di rumah kos.

Tidak hanya itu saja, yang menyebabkan kurang efektifnya penjualan beras saset adalah stok beras di Kediri dan sekitarnya selama ini cukup stabil. Bahkan, di Kabupaten Kediri, stok beras selalu surplus. Untuk wilayah Kabupaten Kediri pada tahun 2018, produksi padi mencapai hingga 176,945 ton. “Kediri ini kan wilayah sentra ya, jadi kalau sasetan ini mungkin kurang menarik gitu,” imbuhnya.

Di wilayah Subdivre Kediri sendiri, menurut Kamin, stok beras saset tersebut belum banyak, hal itu dilakukan untuk melihat pangsa pasar di wilayah Kediri dan Nganjuk. Di mana untuk stok beras saset yang dimiliki oleh bulog saat ini, masih belum mencapai ton namun masih kapasitas kuintal.

Sebenarnya untuk beras dalam kemasan saset dengan merek ‘Beras Kita’ dijual dengan harga Rp 2.500. Sehingga dengan begitu, masyarakat yang memiliki uang Rp 10 ribu masih bisa membeli lauk dari sisa membeli beras tersebut.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan di Pasar Pamenang, Pare, dari beberapa toko belum menemukan beras saset milik bulog yang dijual dengan harga terjangkau tersebut.

Seperti diungkap Ning, salah satu pedagang pracangan yang mengaku belum pernah tahu tentang beras dalam kemasan saset ini. “Di sini saya hanya jual beras yang dijual karung, seperti Bramo, Bengawan, atau IR 64. Nggak ada yang saset,” ujar perempuan usi 54 tersebut. (ara)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia