Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features

Angga – Farol, Pasangan yang Terpilih sebagai Inu – Kirana 2019

Hasrat sang Sekdes Kembangkan Wisata Desa

04 Januari 2020, 18: 08: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

inu kirana kediri

TERPILIH: Angga dan Farol menunjukkan piagam setelah terpilih sebagai Inu dan Kirana 2019. (Samsul Abidin - radarkediri)

Share this          

Sempat rehat tiga tahun, pemilihan Inu – Kirana kembali digelar Pemkab Kediri. Yang menarik, salah seorang pemenangnya adalah pemuda yang menjadi sekretaris desa (sekdes).

SAMSUL ABIDIN, Kabupaten, JP Radar Kediri

Panggung yang tak terlalu lebar itu berdiri di tengah-tengah pendapa Kabupaten Kediri. Dihiasi lampu warna-warni yang berkedap-kedip sepanjang waktu. Di panggung tersebut, lima pasang remaja berlenggak-lenggok memamerkan gerakan. Hampir empat jam para remaja itu berusaha memikat dewan juri dengan berbagai aksinya.

Malam itu (28/12/19) menjadi penanda menggeliatnya kembali pemilihan Inu – Kirana. Pemilihan duta wisata Kabupaten Kediri yang sempat vakum selama tiga tahun terakhir. Tak heran bila animo yang datang di acara itu terasa tinggi. Penonton yang hadir juga betah untuk bertahan duduk hingga acara selesai.

Dan, yang terpilih sebagai Inu – Kirana adalah pasangan Eko Adi Putro Anggoro dan Farol Umara Lidya Puspitasari. Penampilan keduanya akhirnya yang memikat tiga juri yang terdiri dari Eko Ediyono dari dewan pendidikan, Retno Suci Rahayu dari perwakilan Raka-Raki Jatim, dan Bambang Priyanto dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Yang menarik, sang Inu 2019 ternyata seorang sekretaris desa (sekdes). Atau oleh masyarakat awam sering dipanggil dengan nama carik. Eko adalah sekdes Beringin, Kecamatan Badas.

 “Sangat bahagia bisa menjadi Inu 2019. Karena bisa ikut serta mempromosikan wisata di Kabupaten Kediri,” tutur Angga seraya tersenyum.

Laki-laki berkulit sawo matang ini mengaku mengikuti ajang Inu-Kirana karena ingin mencari pengalaman. Sekaligus melihat seberapa besar kemampuannya dalam bidang pariwisata.

“Karena saya juga termasuk salah satu perangkat desa, (tentu) ingin ikut andil dalam mengembangkan wisata yang ada di desa saya,” tanbahnya.

Bagi Angga yang bekerja sebagai sekdes, potensi wisata yang ada di Kabupaten Kediri sangat besar. Terutama wisata desa. Banyak sekali desa yang memiliki aset kekayaan yang bisa menjadi potensi pengembangan desa wisata. Bahkan, sudah banyak desa di Kabupaten Kediri yang sudah bisa menjadi destinasi unggulan.

Terkait pelaksanaan pemilihan, pria 32 tahun ini mengaku lelah dan letih selama menjalani. Karena padatnya waktu, khususnya saat karantina. Mulai pagi  hingga malam hari. “Capek ya pasti. Tapi ya dinikmati saja prosesnya,” aku Angga tertawa.

Bagaimana dengan tugasnya sebagai perangkat desa? Angga mengaku memang sering berbenturan antara tugasnya sebagai sekdes dengan waktu karantina. Namun, dia juga harus bisa membagi waktu. Dia harus pandai membagi waktu antara tugas di balai desa dengan waktu karantina. Belum lagi benturan dengan jam kuliahnya. Kebetulan, Angga saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa fakultas ekonomi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kediri.

Bila ada tugas ke luar daerah, dia akan menyesuaikan dengan jadwal karantina. Jika bentrok maka dia akan minta izin kepala desa (kades). “Kalau diizinkan baru berangkat (karantina),” akunya.

Dia mengaku, selama karantina sering mengajukan izin ke kadesnya. Untungnya, pihak desa sangat mendukung. Bahkan, juga ada dukungan penuh dari pihak kecamatan. Dan itu sangat membantu upayanya meraih hasil terbaik.

Bagi Angga, selama karantina adalah hal yang mengesankan. Selain mendapat berbagai ilmu juga menambah wawasannya, terutama tentang pariwisata. Juga mendapat pengalaman berharga terkait kebersamaannya bersama teman-teman sesama finalis.

Tak berbeda dengan yang diungkapkan Farol, gadis yang terpilih sebagai Kirana 2019. Perempuan kelahiran 8 Juni 1998 ini juga punya pengalaman mengesankan selama ikut karantina.

“Mulai dari belajar make up sendiri hingga harus pandai mengatur jadwal kuliah dan karantina,” aku mahasiswa salah satu akademi gizi di Pare, Kabupaten Kediri ini.

Penghobi menyanyi dan olahraga ini mengaku tak menyangka bisa terpilih menjadi Kirana 2019. Memang, sejak awal mengikuti audisi ini dia selalu optimistis dan berusaha semampunya.

Keinginan Farol setelah terpilih adalah turut mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Kediri. Terutama wisata desa yang, menurutnya, di Kabupaten Kediri punya hal berbeda.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia