Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

UNBK di Kediri: 15 Persen untuk Soal Analisa dan Penalaran

03 Januari 2020, 19: 07: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

UNBK di Kediri

UNBK di Kediri (radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Sistem pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK 2020 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sesuai prosedur operasi standar (POS), ujian nasional (unas) tetap menerapkan soal higher order thinking skills (HOTS) atau soal analisa dan penalaran.

          Selama ini, soal penalaran tersebut dianggap siswa lebih sulit dibanding jenis soal yang lain. Karenanya, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Pemprov Jatim Wilayah Kediri meminta sekolah mempersiapkan UNBK dengan baik.

          Kasi SMK Cabdispendik Wilayah Kediri Sidik Purnomo mengatakan, POS UNBK SMA/SMK sudah turun sejak awal November lalu. Sebenarnya, dibanding 2019, pelaksanaan unas 2020 tidak mengalami perubahan signifikan. “Hanya jadwalnya saja yang berubah,” kata Sidik kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Sidik mengungkapkan, salah satu yang tetap diterapkan adalah soal HOTS. Dalam ujian, persentase soal tersebut 10-15 persen. Dibanding soal lain, penyelesaian HOTS memang membutuhkan analisa dan penalaran dari siswa. “Makanya kerap dianggap sulit,” ujar mantan guru fisika SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri ini.

          Tidak hanya soal HOTS. Dalam POS, Sidik mengatakan, soal matematika tidak hanya terdiri dari pilihan ganda. Dari 40 soal yang diujikan, ada soal dengan isian singkat. “Namun di POS tidak disebutkan ada berapa soal isian singkat,” katanya.

           Sidik melanjutkan, jumlah soal mata pelajaran (mapel) di UNBK juga tidak berubah. Misalnya mapel bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebanyak 50 soal. Begitu pula dengan mapel pilihan jurusan IPA dan IPS. Untuk soal teori kejuruan di SMK, jumlah soalnya antara 40 dan 50 buah. “Tergantung program kejuruan yang diambil,” ungkap Sidik.

          Untuk diketahui, jadwal UNBK SMA dan SMK tidak berbarengan. Ujian SMK digelar pada 16-19 Maret 2020. Sedangkan UNBK SMA dimulai pada 30 Maret sampai 2 April 2020.

          Untuk persiapan UNBK tahun ini, Sidik mengatakan, sekolah sudah melakukan simulasi pertama akhir tahun lalu. Simulasi kedua akan digelar pada Februari 2020. Sementara persiapan terakhir ditutup dengan gladi bersih di akhir Februari. “Sekolah harus menyiapkan dengan baik. Tidak hanya materi tetapi juga sarpras (sarana dan prasarana),” katanya.

          Persiapan lain, lanjut Sidik, sekolah tengah menyusun daftar nominasi sementara (DNS) calon peserta UNBK. Kegiatan itu dilakukan untuk mendata jumlah siswa yang akan mengikuti ujian tahun ini. Mulai dari jumlah siswa yang mutasi dan drop out (DO). “Perlu ada sinkronisasi,” terangnya.

          Proses pendataan tersebut akan berlangsung sampai Maret di minggu kedua. Saat itu, sekolah sudah menetapkan daftar nominasi tetap (DNT). “Jadi sudah diketahui ada berapa yang ikut dan tidak,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia