Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Events
Dialog Jumat

Merayakan Tahun Baru dalam Pandangan Islam

03 Januari 2020, 18: 31: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Jumat

Dialog Jumat (radarkediri)

Share this          

Assalamualaikum wr wb. Datangnya tahun baru Masehi kerap dirayakan dengan ramai. Biasanya banyak orang menanti hingga tengah malam pada pergantian tahun itu. Bagaimana perayaan tahun baru ini dalam pandangan Islam?

(Khusnul Yaqin, 081234306xxx)

Jawaban:

 

Waalaikumsalam wr wb. Merayakan tahun baru Masehi pada dasarnya dibolehkan dalam Islam. Apalagi kalender Masehi telah berlaku secara universal dan dipakai di seluruh dunia, termasuk oleh umat Islam. Oleh karena itu, umat Islam tidak dilarang ikut bersuka cita menyambut datangnya tahun baru Masehi.

Tentu saja, perayaan momen pergantian tahun baru Masehi tersebut harus dalam bentuk berbagai kegiatan positif yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dilakukan secara wajar. Tidak berlebihan atau hura-hura belaka. Dan tidak mengandung maksiat.

Bahkan, sekarang ini umat Islam di Indonesia banyak yang  melakukan kegiatan doa bersama, zikir masal, istighatsah, salawatan, maupun menggelar pengajian dalam rangka merayakan momen pergantian tahun baru Masehi.

Dengan adanya berbagai kegiatan tersebut, umat Islam dapat melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya. Sekaligus dapat melakukan refleksi terhadap apa yang akan dilakukan pada tahun yang akan datang.

Bahkan, perayaan tahun baru Masehi dapat pula dengan niat bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi umur panjang dan kesehatan. Wujud rasa syukur itu adalah dengan memperbanyak melakukan ibadah dalam merayakan momen pergantian tahun baru Masehi. Sekaligus memohonkan doa untuk keselamatan keluarga, bangsa, dan negara dari berbagai bentuk musibah dan bencana.

Sementara itu, yang tidak boleh dilakukan oleh umat Islam dalam merayakan momen pergantian tahun baru Masehi adalah menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak perlu dan sia-sia belaka. Misalnya menyalakan kembang api atau petasan yang berlebih-lebihan dan meniup terompet sepanjang malam. Selain itu, umat Islam juga dilarang melakukan berbagai bentuk ritual yang tidak diajarkan dalam agama Islam. Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam IAIN Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia