Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

DLHKP Anggarkan Rp 535 Juta untuk Lampu Stadion Brawijaya

Penuhi Standar 800 Lux

03 Januari 2020, 18: 18: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

stadion brawijaya

BELUM STANDAR: Kondisi Stadion Brawijaya dianggap belum memenuhi standar lampu minimal 800 lux karena saat ini masih 300 lux. Target tahun ini standar itu terpenuhi. (Anwar Basalamah - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pemkot mengejar target menuntaskan standar lampu Stadion Brawijaya yang akan digunakan Persik di Liga 1 Indonesia. Mereka menganggarkan sekitar Rp 500 juta di APBD 2020. Alokasi tersebut untuk memenuhi pencahayaan lampu sampai 800 lux.

          Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Didik Catur mengatakan, saat ini penerangan lampu di Stadion Brawijaya hanya 300 lux. Sorot cahaya tersebut berasal dari empat tiang lampu stadion. “Total ada 64 lampu. Jadi masing-masing tiang terdiri dari 16 lampu,” kata Didik kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Dengan kapasitas tersebut, Didik mengakui pencahayaan lampu stadion yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani itu belum memenuhi standar PT Liga Indonesia Baru (LIB). Operator liga Indonesia tersebut meminta pencahayaan antara 800 – 1.200 lux.

lampu stadion

KURANG TERANG: Yusuf Meilana, bek Persik saat pertandinga di Stadion Brawijaya Kediri. (Anwar Basalamah - radarkediri)

          Untuk memenuhi standar Liga 1, Didik mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 535 juta. Anggaran tersebut khusus digunakan untuk perbaikan lampu stadion. “Ada beberapa pengadaan item lampu. Di antaranya ada bohlam, reflektor, rumah lampu, ballast dan kabel,” terang Didik.

          Dari analisa teknis, kata Didik, Stadion Brawijaya setidaknya membutuhkan sebanyak 20 lampu di setiap tiangnya. Itu berati dengan empat tiang, total lampu yang dibutuhkan sebanyak 80 buah. “Kalau ada 80 lampu pencahayaan menjadi 800 lux,” ungkapnya.

          Untuk mencapai angka tersebut, dia menambahkan, pihaknya harus mengganti semua bohlam di Stadion  Brawijaya. Jika hal itu terealisasi, Persik dapat menggunakan stadion tersebut ketika menjamu tim tamu. Terutama saat laga digelar di malam hari.

           Didik mengaku, pihaknya tengah membicarakan dengan pihak ketiga untuk peningkatan pencahayaan di stadion. Namun soal mekanisme pengadaan, DLHKP perlu berkonsultasi dengan unit layanan pengadaan (ULP) Kota Kediri. “Apakah lewat lelang dulu atau PL (penunjukan langsung),” terangnya.

          Yang jelas, dia menargetkan, lampu stadion sudah bisa dipasang sebelum Liga 1 Indonesia bergulir pada Maret nanti. Sehingga, Persik tidak perlu menjadi klub musafir mencari stadion di kota lain sebagai home base mereka. “Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” harap Didik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia