Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Events

Terompet Tahun Baru Tak Laku, Simpan Lagi hingga Tahun Depan

03 Januari 2020, 18: 03: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

terompet tahun baru

MENUNGGU  PEMBELI: Sunarto, pedagang terompet, mengamati barang dagangannya saat malam tahun baru lalu. Animo warga membeli terompet terus menurun dari tahun ke tahun. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Meriahnya pesta tahun baru ternyata tak dirasakan oleh para pedagang terompet kertas. Para pedagang itu tak bisa meraup untung besar saat pesta pergantian tahun tersebut. Terompet yang mereka jajakan jauh dari lirikan orang.

“Sepi untuk tahun baru ini. Penjualan menurun,” keluh Sunarto. Lelaki usia 61 tahun ini adalah pedagang terompet kertas yang menjajakan dagangannya di Jalan Hayam Wuruk, di depan pusat perbelanjaan besar.

Sunarto bukan pemain baru dalam hal jual-menjual terompet tahun baru. Dan pergantian tahun ini menurutnya yang paling sepi pembeli. Tidak sesuai dengan bayangan yang dia rangkai sebelumnya. Dibanding tahun-tahun sebelumnya penjualan terompetnya kali ini sangat-sangat menurun.

“Seminggu jualan di sini hanya laku sebanyak seratus terompet saja,” terangnya, sembari mengamati terompet-terompet yang tergantung di pikulan tempatnya berjualan.

Seratus terompet yang bisa dia  jual itu tentu saja sangat sedikit. Itu bila dibandingkan dengan jumlah terompet yang dia siapkan untuk perayaan tahun baru ini. Warga Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, ini mengatakan bahwa dia menyiapkan 2 ribu batang terompet.

Padahal, saat pergantian tahun 2018 ke 2019 lalu, dia masih mampu menjual banyak. Yaitu bisa menghabiskan seribu terompet selama perayaan tahun baru itu. Jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan penjualannya saat ini.

Selain sebagai pedagang, Sunarto juga perajin terompet kertas. Dia membuat sendiri terompet-terompet tersebut. Dikerjakan sejak dua bulan sebelum pergantian tahun. Tapi tidak semua dibawa langsung. Sebagian masih disimpan di rumah. Sedangkan yang dia bawa untuk dipasarkan hanya seribu terompet saja.

Harga terompet bikinan Sunarto juga tak beranjak dibanding tahun sebelumnya. Terompet-terompet itu dia juga dengan kisaran harga dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per batangnya.

Karena banyak yang tak laku, terompet-terompet yang sudah terlanjur dibuat itu akan dia simpan lagi. Kemudian akan dia jual lagi pada perayaan tahun baru berikutnya. Menurutnya, pada perayaan tahun baru mendatang dia tidak akan membuat yang baru lagi. Tapi hanya menghabiskan yang tak laku pada tahun ini saja.

“Terompet ini akan saya simpan untuk saya jual lagi. Tidak bakalan rusak kok. Mungkin, kalaupun rusak, hanya beberapa saja,” akunya.

Soal lesunya penjualan terompet di tahun ini juga dirasakan oleh Sumiati. Perempuan berusia 58 tahun yang menjual terompet dagangannya di Jalan KDP Slamet, Kota Kediri. Bahkan, wanita ini hanya bisa menjual 10 buah terompet saja selama pergantian tahun kemarin.

"Hanya 10 buah saja. Dan itu dengan harga yang paling murah,” ucap Sumiati.

Tidak jauh beda dengan terompet yang dijual Sunarto, di lapak Sumiati terompet dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 25  ribu.   Jika dibandingkan tahun lalu, penjualannya sangat menurun drastis. Tahun lalu dia bisa menjual terompet hingga 300 buah.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia