Sabtu, 04 Apr 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Divonis Penjara karena Judi, Kakek-Kakek Ini Bilang Alhamdulillah

03 Januari 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KOMPAK TERIMA: Muriono, Tukimin, dan Karmen mendengar vonis majelis hakim PN Kabupaten Kediri dalam sidang kemarin (Kamis, 2/1).

KOMPAK TERIMA: Muriono, Tukimin, dan Karmen mendengar vonis majelis hakim PN Kabupaten Kediri dalam sidang kemarin (Kamis, 2/1). (HABIBAH MUKTIARA-JP Radar Kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi. Itu pula yang terjadi pada kakek-kakek ini. Bukannya bertaubat, mereka malah keasyikan main judi. Akibatnya, mereka harus merasakan pengapnya sel penjara.

Adalah Tukimin, 60, warga Desa Senden, Kecamatan Kayenkidul dan Muriono, 63, asal Desa Minggiran, Kecamatan Papar, kakek-kakek tersebut. Kemarin (Kamis, 2/1), keduanya divonis dua bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. Bersama dengan seorang terdakwa lagi, Karmen, 49, warga Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul.

Ketiganya dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP tentang Perjudian. Yakni, melakukan judi domino. Barang buktinya berupa satu set kartu domino plus uang tombokan Rp 465 ribu.

Putusan majelis hakim yang diketuai Guntur Pambudi Wijaya itu lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan Abadi.

Pada sidang sebelumnya (26/12), Muriono, Tukimin, dan Karmen dituntut empat bulan penjara.

Ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan perjudian.

“Sedangkan yang meringankan, selama persidangan ketiga terdakwa mengakui, menyesal, dan berjanji tidak mengulangi. Mereka belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga,” papar Guntur.

Setelah membacakan vonis, Guntur memberikan kesempatan Muriono, Tukimin, dan Karmen menanggapi. Tanpa berpikir panjang, ketiganya langsung menyatakan menerima. Mereka bersyukur karena merasa mendapat keringanan hukuman. “Alhamdulillah,” ujar ketiganya ketika keluar ruang sidang.

Kasus perjudian itu terjadi pada 16 Oktober 2019 di  Dusun Morangan, Desa Minggiran, Papar. Muriono, Tukiman, dan Karmen bermain judi kartu domino. Masing-masing memegang sembilan kartu. Dalam permainan ini, tidak ada yang menjadi bandar. Sehingga yang mengocok adalah yang menang. (ara)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia