Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buruh Tani Asal Ngreco Edarkan Dobel L

31 Desember 2019, 10: 03: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

dobel l

TUNGGU SIDANG: Diyanun saat menunggu giliran untuk sidang, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pekerjaannya adalah buruh tani. Tapi, sampingannya adalah berjualan dobel L. Karena itulah, Moch Diyanun Nafi, 31 harus berhadapan dengan hakim, Senin (30/12).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mochammad Iskandar mendakwa laki-laki asal Desa Ngreco, Kecamatan Kandat dengan dua pasal.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Pasal 196 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” terang Iskandar, pada sidang yang berlangsung di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Dalam dakwaan yang dibacakan, pria kelahiran 1988 itu tidak hanya mengonsumsi sendiri, namun ia juga menjual dan membagikan dobel l tersebut dengan gratis. Dobel L yang dimiliki oleh Diyanun, diperoleh dari seseorang yang bernama Dayak (masih belum tertangkap).

“Berawal pada hari selasa 17 September 2019, sekitar pukul 16.00 WIB terdakwa dihubungi oleh Dayak melalui telepon,” ujar Iskandar, ketika membacakan surat dakwaan.

Tujuan Dayak menelepon, meminta Diyanun untuk membeli dobel l. Mendapatkan tawaran tersebut, Diyanun mengiyakan dan membeli sebanyak 1000 butir dobel L. Dobel tersebut dibeli dengan harga Rp 650 ribu. Untuk mendapatkan barang tersebut, keduanya melakukan transaksi di Jalan Umum  Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Pada tanggal 19 September 2019, Diyanun menjual dobel l kepada Hudi, 29 sebanyak 700 butir. Dobel L tersebut dijual dengan harga Rp 500 ribu. Sebanyak enam butir diberikan secara gratis kepada Ana Fitriawati, 28. Sementara itu sebanyak 91 butir, dikonsumsi secara pribadi oleh laki-laki yang bekerja sebagai buruh tani tersebut.

“Selanjutnya pada hari Kamis 3 Oktober 2019, sekitar pukul 08.00 WIB. Terdakwa ditangkap oleh pihak kepolisian,” imbuhnya.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sisa dobel sebanyak 91 butir dan satu gawai merek Samsung yang digunakan untuk melakukan transaksi. 

“Bagaimana terdakwa dengan dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut imum, apa sudah benar ?” tanya M Fahmi Nugroho, Hakim Ketua.

Menjawab pertanyaan tersebut, Diyanun  mengiyakan dakwaan yang telah dibacakan. Karena JPU belum dapat medatangkan saksi, maka sidang akan kembali dibuka pada tahun depan tepatnya, Selasa (8/1).

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia