Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Braak! Warga Kras Terserempet KA saat Jemput Anak ke Ponpes 

28 Desember 2019, 21: 56: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelaaan ka

RINGSEK: Petugas Polsek Kras melihat kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan tanpa palang, Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, kemarin. (POLSEK KRAS for radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kecelakaan mobil dengan kereta api (KA) terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, kemarin (27/12). Mobil Toyota Calya bernopol AG 1609 HI yang dikemudi Wiwin Sulastri, 40, terserempet KA Brantas jurusan Blitar – Pasar Senen, Jakarta.

Akibatnya, bagian depan kendaraan bercat merah tersebut ringsek. Kaca depan retak. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian sekitar pukul 12.30 itu.

Si pengemudi, Wiwin yang tinggal di Dusun Dawuhan, Desa Mojosari,  Kecamatan Kras hanya terkejut. Perempuan ini tidak mengalami luka-luka. “Pengemudi mobil selamat,” kata Kasihumas Polsek Kras Aipda Didik Wahyudi kepada koran ini, kemarin.

Sebelumnya, siang itu Wiwin mengemudi mobil sendiri. Rencananya, dia akan menjemput anaknya yang berada di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Mojo. Semula perjalanan lancar. Mobil Wiwin melaju dari arah timur. Sampai akhirnya, kendaraan melintas melalui Desa Nyawangan.

 Begitu sampai di perlintasan KA, Wiwin tidak menyadari ada kereta api bakal melintas. Pasalnya, jalur tersebut memang tidak berpalang pintu. Celakanya, bagian depan kendaraan Wiwin sudah telanjur terlalu dekat dengan rel. Pada saat bersamaan, KA Brantas melaju dengan cepat.

Pengemudi mobil sudah tak sempat mundur dan tak bisa menghindar lagi. Akibatnya, Moncong lokomotif KA jurusan Blitar-Jakarta itupun menghantam bemper depan Toyota Calya Wiwin. Kendaraan merah itupun langsung terpental ke pinggir. Beruntung tidak terseret atau terbalik.

“Bagian depan mobil rusak. Untungnya pengemudi tidak apa-apa. Tidak korban,” tutur Didik.

Kecelakaan ini sempat diketahui warga sekitar. Beberapa orang kemudian membantu Wiwin. Perangkat desa yang mendengar kejadian ini pun segera melihat ke tempat kejadian perkara (TKP). Sukamto, 55, kepala dusun (kasun) Nyawangan, kemudian memberitahu Eka Edi, 46, sekretaris Desa Nyawangan.

Mereka lalu melaporkannya ke Polsek Kras. “Kami mendapat pengaduan  sekitar pukul 13.00 WIB. Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi,” pungkas Didik.

Akibat kejadian tersebut, Wiwin mengalami shock. Dia pun terpaksa mengurungkan niatnya menjemput anaknya.

.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia