Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Alvian Lakukan Hipnoterapi pada Atlet dan Pelatih PON 2020 Agar Fokus

Beri Sugesti Prestasi ke Bawah Alam Sadar

21 Desember 2019, 14: 27: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

hipnoterapi

MOTIVASI: Alvian ketika menjadi trainer dalam sebuah acara pelatihan. (Alvian D. Putra for radarkediri)

Share this          

Banyak cara untuk mencegah kecurangan dan kurang percaya diri saat bertanding. Salah satu cara yang dipilih adalah memberi motivasi dengan melakukan hypnoterapi.

DWIYAN SETYA NUGRAHA, KOTA JP Radar Kediri

Tahun ini, Alvian sengaja didatangkan untuk menjadi trainer bagi atlet dan pelatih Pra PON Jawa Timur. Pemilik nama lengkap Alvian Dwiguntara Putra ini tidak sendirian. Dia datang bersama rekan-rekannya sesama hypnotherapist yang tergabung dalam The Indonesian Academy of Hypnotherapy (IAH).

Yang dihadapi Alvian dan teman-temannya adalah para atlet yang akan akan berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Tugas kami memberikan motivasi kepada para atlet dan pelatih. Mereka harus all out untuk mempertahankan prestasi juara umum di PON Papua 2020 mendatang,” terangnya. 

Melalui teknik hipnoterapinya, atlet dan pelatih diharapkan tidak mudah tergiur pada iming-iming pengaturan skor. “Kami ingin memberikan instrumen untuk berkomitmen utuh dan fokus terhadap prestasi,” tambah Alvian. 

Ya, kuncinya adalah fokus. Dengan demikian, Alvian dapat memberikan sugesti motivasi melalui alam bawah sadar mereka. “Harus fokus. Lengah sedikit, seseorang dapat dikendalikan,” imbuhnya.

Dituturkan pria asli Kediri ini kalau dalam hipnoterapi ada lima indikator yang bisa dilakukan untuk membawa seseorang dalam alam bawah sadar. Seperti melakukan komunikasi dengan mengulang-ulang pembicaraan (repeat again). Kemudian faktor penokohan, keyakinan, emosi, dan terakhir hipnotis. “Lima indikasi ini bisa dimanfaatkan untuk bisa membawa seseorang dalam tahapan bawah alam sadar untuk menerima sugesti,” ungkapnya.

Selain itu, meski dalam kondisi terhipnotis, orang tersebut ternyata masih dalam keadaan sadar. Mereka akan melakukan apa yang sesuai dengan kode etik yang berlaku. “Tidak bisa serta merta orang dihipnotis membuka aib seseorang dan membocorkan aib tersebut,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya ini.

Metode yang diterapkan ini memang diharapkan si penerima akan lebih bersemangat dan semakin fokus. Tak hanya untuk atlet, hipnoterapi ini bisa digunakan untuk kebutuhan positif lainnya. 

Seperti menangkal upaya cuci otak dari kelompok-kelompok radikal. Itu dipraktikkannya saat diundang ke IAIN Kediri. Kebetulan, saat itu memang sedang marak isu cuci otak yang dilakukan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) dengan sasaran mahasiswa.

Dengan teknik hipnoterapi yang mereka miliki, para mahasiswa itu dibawa ke alam bawah sadarnya. Kemudian, diberi pendalaman bahwa doktrin radikalisme-terorisme tidaklah benar.

Banyaknya manfaat inilah yang dibawa Alvian dan IAH untuk mengenalkan hipnoterapi ke banyak acara. Sekaligus untuk menghapus image negatif kalau hipnotis selalu berkaitan dengan gendam dan menipu orang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia