Selasa, 31 Mar 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kadin: Proyek Bandara Membuat UMKM sampai Properti Makin Bergairah

18 Desember 2019, 18: 49: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

proyek bandara kediri

SONGSONG PELUANG: Rahmadi Yogiantoro (kanan) bersama pengurus Kadin Kabupaten Kediri saat berdialog dengan Direktur JP Radar Kediri Tauhid Wijaya di kantor koran ini kemarin. (Mashadi - radarkediri)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri - Masuknya pembangunan bandara di Kediri ke dalam proyek strategis nasional (PSN) disikapi serius oleh pengurus Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Kediri. Apalagi ground breaking-nya direncanakan bakal terealisasi tahun depan.

Ketua Kadin Kabupaten Kediri Rahmadi Yogiantoro mengatakan bahwa PSN bandara adalah pengungkit bagi semakin tumbuh dan berkembangnya perekonomian di daerah. Jika para pelaku ekonomi di tingkat lokal tidak mampu memanfaatkan, sangat disayangkan.

“Semua daerah di sekitar lokasi bandara sudah bersiap menyambutnya. Nah, kita jangan sampai justru menjadi tamu di rumah sendiri,” katanya saat berkunjung bersama jajaran pengurusnya ke kantor Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Yogi –panggilan akrabnya—mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kediri sudah pernah merencanakan pembangunan bandara itu sejak satu dekade lalu. Yakni ketika masih dipimpin Bupati Sutrisno. Artinya, sudah sejak lama pula pemkab melihat peluang strategis dari pembangunan bandara itu. Utamanya untuk semakin menggerakkan perekonomian lokal.

Makanya, lanjut dia, ketika rencana itu kini bisa terwujud dengan investor swasta (PT Gudang Garam Tbk, Red), bahkan masuk PSN, tentu menjadi hal yang layak disambut dengan antusias. “Di sini, kadin akan masuk untuk menangkap peluang-peluangnya,” tandas pengusaha bidang energi ini.

Salah satu yang menjadi titik perhatiannya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor ini harus bisa memetik manfaat dari keberadaan bandara itu kelak. “Lalu lintas orang dari dan ke bandara adalah potensi pasar yang harus bisa digarap,” ujar Yogi.

Kepengurusannya, tutur Yogi, sudah merintis jalan agar produk-produk UMKM di Kabupaten Kediri bisa masuk ke bandara. Sementara, sambil menunggu proses pembangunan bandara selesai, kualitas produk akan terus ditingkatkan. Baik isi maupun kemasannya. “Dalam hal ini, kadin bersinergi dengan pemerintah daerah,” tuturnya seraya menambahkan bahwa UMKM adalah salah satu soko guru perekonomian di Indonesia. “Kalau UMKM-nya kuat, ekonomi di daerah pasti juga akan kuat,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan pelaku ekonomi lainnya? Yogi mengakui, kadin bukan hanya berisi pengusaha UMKM. Akan tetapi juga para pengusaha di seluruh level. Sebagai organisasi yang mewadahi mereka semua, kadin akan mendorong dan membantu menangkap peluang-peluang itu.

“Perhotelan, transportasi, pertanian, properti, garmen, kuliner, jasa, semua kita dorong,” tandasnya diamini sejumlah pengurus yang lain seperti Imam Muhson (pengusaha pertanian dan gula merah), Sofyan Aminullah (pengusaha jasa maintenance dan tenaga kerja), serta Buat Santoso (pengusaha transportasi).

Sektor-sektor itu diyakini akan semakin tumbuh bergairah dengan keberadaan bandara. Apalagi, gubernur menginginkan bandara di Kediri menjadi pintu utama pemberangkatan maupun pemulangan jamaah haji dan umrah di Jawa Timur. “Kalau pengusaha besar, pasti mikirnya sudah cepat untuk menangkap peluang,” ucap Yogi.

Namun, tidak hanya dari PSN bandara. Peluang itu bisa datang dari mana saja. Misalnya, Muhson menambahkan, kadin juga sudah merintis pengembangan usaha di bidang pertanian berorientasi ekspor. Yakni, jahe gajah dan buah maja. Nota kesepahaman dengan investor dan pembeli segera diteken. “Kerja samanya dengan kadin,” tambahnya.

Untuk diketahui, kepengurusan kadin yang dipimpin Yogi menginduk pada Kadin Pusat pimpinan Eddy Ganefo sebagai ketua umum dan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua dewan pertimbangan. Serta, Kadin Jatim pimpinan Basa Alim Tualeka. Kemarin, dia datang bersama sekitar 20 orang pengurus.

Jajaran pengurus kadin itu yakin, jika para pengusaha di Kabupaten Kediri bangkit, perekonomian di daerah akan ikut terkerek. Ada multiplier effect yang ditimbulkan. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penyerapan produk pertanian yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Kediri. “Perputaran ekonomi bisa semakin cepat,” tandas Muhson.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia