Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pohon Tumbang dan Listrik Putus, Warga Trauma Hujan Es

15 Desember 2019, 13: 45: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

hujan es

BERANTAKAN: Ketua RW Kalam sedang melihat kondisi rumah Nyoto yang atapnya rusak karena terdampak badai dan hujan es di Desa Bulu, Semen, kemarin (14/12). (Mualifu Rosyidin – radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Turunnya hujan es di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kamis lalu (12/12), menimbulkan rasa waswas dan trauma warga. Terutama ketika cuaca tengah mendung. Sejumlah warga pun khawatir hujan es bakal terulang.

Kalam, ketua RW 05 Dusun Bulusan, Desa Bulu, mengungkapkan, sebanyak 15 kabel listrik PLN yang tersebar di Dusun Bulusan putus. Dia mengaku, telah menerima banyak laporan. Sebagian kabel itu putus karena tertimpa pohon yang tumbang.

Imbasnya, aktivitas warga menjadi terhambat. Sebab, aliran listrik putus semenjak badai es tersebut terjadi. Suasana desa pun tanpa penerangan. Namun, masalah itu Jumat petang (13/12) sudah berhasil ditangani. Petugas PLN yang datang ke lokasi dibantu warga sekitar membenahi jaringan kabel listrik itu.

Kalam mengatakan, sempat terjadi kendala kabel terbakar sepanjang kurang lebih 3 meter. Hal itu karena gesekan kabel non-PLN yang saling tumpang tindih. Kejadian tersebut sempat membuat warga panik.

Kalam pun menenangkan mereka. Selanjutnya, kendala tersebut sudah berhasil ditangani petugas PLN. Mereka mengganti kabel yang baru. “Wes mari Mas, kawit isuk sampek Magrib (Sudah selesai Mas, sejak pagi sampai Magrib),” ujar Kalam.

Namun baru sekitar dua rumah yang sudah dibenahi oleh pemiliknya. Salah satunya milik Mulad Mujoko dan tetangganya, Bagus. Banyaknya rumah yang belum direnovasi tersebut dikarenakan banyak warga yang terbentur masalah keuangan. Dana mereka belum mencukupi.

“Sek bingung Mas, jek tak jarne (Masih bingung Mas, masih saya biarkan),” ujar Nyoto, 49, salah satu warga terdampak hujan es yang atap dan temboknya roboh tertimpa pohon tumbang.

Hingga kemarin, semua rumah terdampak sudah disambangi pihak perangkat desa, Polsek Semen, dan BPBD Kabupaten Kediri. Dalam waktu dekat, rencananya BPBD akan melakukan antisipasi dan edukasi warga terkait hujan badai disertai es tersebut.

“Agar masyarakat selalu waspada, karena ini (hujan es, Red) fenomena yang sering terjadi di wilayah tropis,” jelas Windoko, kepala tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri.

Windoko menambahkan, fenomena ini merupakan hal biasa dalam memasuki perubahan musim. Pihaknya mengimbau, warga jika terjadi hujan es agar segera berlindung ke tempat yang aman, seperti atap yang kokoh. Ini karena butiran es yang jatuh rata-rata memiliki kecepatan sekitar 5 hingga 40 meter per detik. “Kecepatan jatuhnya es akan bertambah jika gumpalan es yang turun berdiameter lebih dari 5 sentimeter (cm),” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia