Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Show Case
Global Wakaf – ACT

Bekerja dan Beribadah Bersama Warga di LTW Tasikmalaya

15 Desember 2019, 12: 04: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

act tasikmalaya

SEMANGAT: Andi, 23, warga Cintabodas, sudah bekerja selama lima tahun di Lumbung Ternak Wakaf Tasikmalaya. Menurut Andi, selain mendapatkan dukungan finansial, bekerja di LTW baginya juga bernilai ibadah. (ACT News)

Share this          

Maslahat Lumbung Ternak Wakaf Global Wakaf – ACT turut dirasakan warga Desa Cintabodas dan sekitarnya. LTW memberdayakan ratusan warga untuk memenuhi tenaga pengurus ternak dan administrasi.

TASIKMALAYA – Asep, 40,  sudah bergegas memacu sepeda motornya pukul 06.50 WIB setiap pagi. Warga Desa Cikuya, Kecamatan Culamega itu hendak menuju Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Tasikmalaya di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.

Asep adalah satu dari 100 pekerja yang diberdayakan di LTW Tasikmalaya. Kawasan Wakaf Terpadu itu mempekerjakan warga dari Desa Cintabodas dan sekitarnya, mulai dari mengurus ternak, mengumpulkan rumput odot untuk pakan, mencacah pakan, hingga mengolah kotoran domba untuk pupuk.

“Saya di bagian mencacah rumput odot. Satu tim bersepuluh,” ceritanya kepada ACTNews saat ditemui sehari sebelum peluncuran LTW Tasikmalaya Selasa (10/12) lalu di sela pekerjaannya memilah rumput odot.

Asep terhitung baru bergabung di LTW Tasikmalaya, tujuh bulan lamanya. Sebelum bekerja di LTW, Asep hanya seorang tenaga serabutan. “Sekarang lebih tenang gitu setiap bulannya,” aku Asep.

Ia bercerita, ketenangan batin yang ia rasakan bukan soal perkara finansial, melainkan lingkungan yang juga baik. Seluruh karyawan di LTW Tasikmalaya juga menerima bimbingan sosial-keagamaan dari Global Wakaf-ACT. “Bekerja di sini juga sebagai ibadah, saya memberi makan domba yang nantinya akan dimakan oleh masyarakat. Bekerja di LTW bisa tetap melakukan ibadah, bukan hanya salat,” ungkap Asep.

Kebanggaan juga diungkapkan Andi, 23. Sejak lulus SMA, jaka Desa Cintabodas itu telah bergabung dengan LTW Tasikmalaya. Awal mula bekerja di LTW Tasikmalaya, Andi hanya mengisi waktu luang untuk mencari pekerjaan ke kota dan bertepatan dengan Ramadan. “Waktu saya selesai SMA, LTW sudah ada. Saya bilang ‘saya mau di sini satu bulan’, namun sekarang keterusan,” cerita Andi.

Sembari memberi pakan domba-domba pada Selasa (10/12) sore, Andi melanjutkan cerita. Ia cukup bangga pada pekerjaannya. Menurutnya, merawat ternak di LTW Tasikmalaya bernilai ibadah. “Bangga ya, domba yang kita urus, kita beri makan, lalu sehat dan dagingnya dimakan untuk orang yang membutuhkan. Ada peran kita,” ungkap Andi, matanya sedikit berkaca-kaca.

Selain mengurus domba, Andi juga aktif mengantarkan koordinator LTW Tasikmalaya ke berbagai tempat. Ia pun jadi sangat akrab dengan Global Wakaf-ACT yang membina LTW.

“ACT itu yang saya tahu kan bergerak untuk menolong sesama saat bencana. Begitu juga saat kurban, saya sebagai bagian yang turut mengurus LTW sangat bangga. Semoga ini menjadi ibadah tersendiri untuk saya,” doa Andi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia