Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Sudah Diguyur Hujan, Mata Air Belum Normal

BPBD Dropping untuk Warga Nglebak

15 Desember 2019, 10: 34: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

kekeringan kediri

TIDAK KELUAR: Suparlan memutar keran yang belum dapat mengeluarkan air bersih di Lingkungan Nglebak, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri– Meski hujan sudah dialami beberapa wilayah di Kota Tahu, namun di Lingkungan Nglebak, Kelurahan Pojok, Mojoroto, justru masih kesulitan air bersih. Hingga kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri masih men-dropping air ke sana.

Dari empat rukun tetangga (RT), sekarang tinggal dua yang masih kekeringan. Yakni di RT 22 dan 23. Suparlan, salah satu warga RT 23, mengaku, masih kekurangan air bersih. Setelah terakhir dikirim BPBD, Jumat lalu (13/12), stok air di rumahnya kemarin habis lagi.

“Kemarin (Jumat, Red) baru dikirim. Saya kebagian empat bak,” kata pria 68 tahun ini.

Sesuai rencana, BPBD Kota Kediri mengirim air ke Pojok dua hari sekali. Karena itu, air akan di-dropping lagi pada hari ini (15/12). Sebelumnya, saat puncak musim kemarau bulan lalu, mereka mengirim air setiap hari.

Suparlan mengakui, hujan memang sudah mengguyur Lingkungan Nglebak dan sekitarnya. Bahkan, intensitasnya sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Namun salah satu sumber air di sana belum normal kembali. “Kami mengandalkan Sumber Tretes,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sumber tersebut hanya mampu mengairi di Lingkungan Tumpang. Secara geografis, posisi lingkungan tersebut memang lebih dekat dengan sumber. Sementara Lingkungan Nglebak berada di bawahnya. “Yang dapat air di Tumpang saja. Di sini (Nglebak) hanya itir-itir,” ujarnya.

Untuk diketahui, Lingkungan Tumpang terdiri dari RT 24 dan 25. Bulan lalu, warga di sana juga mengalami kekeringan. Namun begitu memasuki musim penghujan awal bulan ini, kondisi normal kembali.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan, pihaknya akan terus mengirim air ke Pojok. Selama sumber air belum normal, BPBD tidak menghentikan pengirima pasokan air bersih. “Sekarang sudah tinggal dua RT saja. RT 22 dan RT 23,” kata Adi.

Adi menjelaskan, hujan deras di awal Desember belum membuat sumber air kembali normal. Pasalnya, setelah kering karena kemarau panjang, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mengembalikannya. “Catatannya, hujan deras terjadi di atas (sumber) dengan intensitas tinggi setiap hari,” urainya.

Karena itulah, pihaknya tidak bisa memprediksi sumber air tersebut normal kembali. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan deras akan mengguyur Kota Kediri selama beberapa hari ke depan.

Untuk prediksi dua hari depan, Kota Kediri akan diguyur hujan hari ini (15/12) mulai siang hari. Sedangkan pada Senin besok (15/12), perkiraannya tidak hujan. “Hari ini (kemarin, Red) diprediksi hujan malam hari. Tapi sore tadi sudah hujan,” pungkasnya.  

TIDAK KELUAR: Suparlan memutar keran yang belum dapat mengeluarkan air bersih di Lingkungan Nglebak, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, kemarin.

Sudah Diguyur Hujan, Mata Air Belum Normal 

BPBD Dropping untuk Warga Nglebak

KOTA, JP Radar Kediri– Meski hujan sudah dialami beberapa wilayah di Kota Tahu, namun di Lingkungan Nglebak, Kelurahan Pojok, Mojoroto, justru masih kesulitan air bersih. Hingga kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri masih men-dropping air ke sana.

Dari empat rukun tetangga (RT), sekarang tinggal dua yang masih kekeringan. Yakni di RT 22 dan 23. Suparlan, salah satu warga RT 23, mengaku, masih kekurangan air bersih. Setelah terakhir dikirim BPBD, Jumat lalu (13/12), stok air di rumahnya kemarin habis lagi.

“Kemarin (Jumat, Red) baru dikirim. Saya kebagian empat bak,” kata pria 68 tahun ini.

Sesuai rencana, BPBD Kota Kediri mengirim air ke Pojok dua hari sekali. Karena itu, air akan di-dropping lagi pada hari ini (15/12). Sebelumnya, saat puncak musim kemarau bulan lalu, mereka mengirim air setiap hari.

Suparlan mengakui, hujan memang sudah mengguyur Lingkungan Nglebak dan sekitarnya. Bahkan, intensitasnya sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Namun salah satu sumber air di sana belum normal kembali. “Kami mengandalkan Sumber Tretes,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sumber tersebut hanya mampu mengairi di Lingkungan Tumpang. Secara geografis, posisi lingkungan tersebut memang lebih dekat dengan sumber. Sementara Lingkungan Nglebak berada di bawahnya. “Yang dapat air di Tumpang saja. Di sini (Nglebak) hanya itir-itir,” ujarnya.

Untuk diketahui, Lingkungan Tumpang terdiri dari RT 24 dan 25. Bulan lalu, warga di sana juga mengalami kekeringan. Namun begitu memasuki musim penghujan awal bulan ini, kondisi normal kembali.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan, pihaknya akan terus mengirim air ke Pojok. Selama sumber air belum normal, BPBD tidak menghentikan pengirima pasokan air bersih. “Sekarang sudah tinggal dua RT saja. RT 22 dan RT 23,” kata Adi.

Adi menjelaskan, hujan deras di awal Desember belum membuat sumber air kembali normal. Pasalnya, setelah kering karena kemarau panjang, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mengembalikannya. “Catatannya, hujan deras terjadi di atas (sumber) dengan intensitas tinggi setiap hari,” urainya.

Karena itulah, pihaknya tidak bisa memprediksi sumber air tersebut normal kembali. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan deras akan mengguyur Kota Kediri selama beberapa hari ke depan.

Untuk prediksi dua hari depan, Kota Kediri akan diguyur hujan hari ini (15/12) mulai siang hari. Sedangkan pada Senin besok (15/12), perkiraannya tidak hujan. “Hari ini (kemarin, Red) diprediksi hujan malam hari. Tapi sore tadi sudah hujan,” pungkasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia