Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Waspada! Hujan Deras Disertai Es Sebesar Jempol

14 Desember 2019, 13: 51: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

hujan es

PUTUS: Kalam menunjukkan kabel listrik yang terputus akibat terjangan pohon tumbang. (Mualifu Rosyidin – radarkediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Hingga sepertiga bulan ini, intensitas turunnya hujan kian tinggi di wilayah Kediri. Yang patut diwaspadai, hal itu juga disertai curah hujan yang tinggi pula serta angin kencang. Bahkan, hujan deras di wilayah Kecamatan Semen dilaporkan sempat disertai es sebesar jempol kaki orang dewasa.

Setidaknya ada dua desa yang dilaporkan mengalami hujan es. Yaitu Desa Bulu dan Desa Selopanggung. Kejadiannya Kamis (12/12) sore. Sekitar pukul 16.30 WIB. Atau selang tiga puluhan menit  dari awal turunnya hujan deras berangin itu.

RUSAK: Salah satu rumah warga Dusun Bulusan yang bolong tertimpa hujan es.

RUSAK: Salah satu rumah warga Dusun Bulusan yang bolong tertimpa hujan es.

Kalam, ketua rukun warga (RW) 05, Dusun Bulusan, Desa Bulu, menceritakan hujan disertai gumpalan es sebesar jempol kaki itu sempat membuat takut. Sebab, es-es itu sebagian mampu menjebol atap rumah. Apalagi datangnya secara tiba-tiba.

“Udane es langsung mak gruduk ngunu Mas, dadi ora saitik-saitik (hujan es secara tiba-tiba, tidak sedikit-sedikit, Red),” terang Kalam sembari menunjukkan ekspresi kekagetannya saat itu.

Sontak Kalam segera keluar rumah. Dia berlari di tengah hujan sambil mengimbau agar warga keluar rumah. Sebab, Kalam takut bila hujan es itu bisa meruntuhkan atap rumah dan menimpa penghuninya. Pada saat itu banyak atap rumah warga yang bolong-bolong karena diterjang gumpalan es.

Terlebih, ancaman juga tidak datang dari hujan es saja. Tapi juga bertumbangannya puluhan batang pohon. Juga mengakibatkan banyak kabel listrik PLN yang putus. Untungnya saat itu aliran listrik sudah padam.

Banyaknya kabel listrik yang putus itu membuat Kalam dan beberapa warga mengambil langkah pengamanan. Mereka segera membungkus kabel-kabel yang terbuka itu dengan isolasi. Mengantisipasi bila tiba-tiba listrik mengalir kembali yang bisa berakibat terjadinya hubungan pendek atau orang tersetrum.

“Akeh bocah cilik, nyamari lek dijarne (banyak anak kecil, berbahaya kalau dibiarkan),” tambannya.

Wilayah Desa Bulu yang terdampak hujan angin disertai es hampir merata.  Paling parah di Dusun Bulusan. Banyak rumah warga yang rusak atapnya akibat kejadian itu.

Kemarin (13/12) sore, puluhan warga dusun terlihat sedang membenahi atap rumahnya masing-masing. Sebagian lagi bergotong-royong menepikan puluhan batang pohon yang tumbang.

Memang, selain disertai gumpalan es, hujan saat itu juga disertai angin kencang. Mengakibatkan banyak pohon besar yang roboh. Di antaranya pohon nangka, mangga, sengon, dan lainnya. Sebagian dahan yang patah itu juga mengenai atap rumah warga.  “Bulusan bagian utara tidak terlalu parah, yang sini (tengah, Red) lumayan, yang paling parah itu bagian utara,” ucap seorang warga.

Selain warga, pihak PLN juga membenani jaringan kabelnya yang rusak akibat hujan angin itu. Namun, hingga pukul 15.00 WIB kemarin petugas PLN belum menuntaskan pengerjaannya. Akibatnya, sebagian wilayah desa masih mengalami pemadaman listrik.

“Dari pagi tadi belum selesai karena saking banyaknya (kabel) yang putus. Mungkin nanti malam (tadi malam, Red) baru (bisa) selesai,” jelas seorang petugas PLN.

Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Sumberagung, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen. Wilayah terdampak meliputi Dusun Sumberagung dan warung-warung yang ada di kawasan wisata pinus. Beruntung, rumah warga dan kawasan wisata yang pada saat itu banyak pengunjung yang berteduh di warung, tidak sampai terjadi kerusakan yang signifikan.

“Omahe mbek warunge rapopo mas, paling mek akeh barange sing morat-marit (rumah dan warungnya tidak apa-apa, paling banyak barang-barang yang berserakan, Red),” terang seorang pemilik warung di kawasan wisata Selopanggung.

Windoko, kepala Unit Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengatakan, fenomena hujan es seperti kemarin merupakan hal yang sering terjadi. Terutama ketika di awal musim hujan setelah kemarau yang sangat panjang.

“Kami sudah mengantisipasi  hal itu sebenarnya. Tapi fokus kami di daerah atas (daerah lereng Wilis bagian atas, Red). Ternyata terjadi di bagian bawah juga,” terangnya.

Menurutnya, hujan es tersebut bisa terjadi lantaran terbentuknya awan cumolonimbus (CB) yang intensif dan begitu cepat. Serta udara yang sangat panas dan angin juga kencang. Lalu, awan tersebut menguap ke atmosfir yang udaranya dingin (di atas titik beku) dan membentuk gumpalan es. Kemudian gumpalan tersebut turun bersamaan dengan hujan ke arah rendah dengan suhu hangat. “akan tetapi tidak semua gumpalan es tersebut ikut turun,” ujar Windoko.  

            

Hujan Es di Lereng Wilis

-         Dusun Sumberagung, Desa Selopanggung : Hujan es tidak berdampak kerusakan material.

-         Dusun Bulusan, Desa Bulu : Hujan es disertai angin kencang. Membuat atap beberapa rumah warga berlubang, pohon roboh menimpa rumah, belasan dapur warga rusak ringan, dan beberapa titik kabel PLN putus.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia