Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kakak Adik Beli HP Pakai Uang Palsu Dituntut 1 Tahun Penjara

14 Desember 2019, 13: 26: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

uang palsu

TAK PATUT DICONTOH: Mustafidzin (kiri) dan Mujib akan memasuki ruang sidang Cakra di Pengadilan Negeri Kota Kediri, Kamis (12/12) siang. Mereka menghadapi tuntutan JPU atas kasus peredaran uang palsu. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kakak beradik asal Sidoarjo, M. Mustafidzin, 35, dan M. Mujib, 31, harus menghadapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mutia Tri Andalusia. Keduanya dituntut satu tahun penjara. Mereka dianggap terbukti mengedarkan dan mempergunakan uang palsu (upal) untuk kepentingan pribadi.

          Selain itu, JPU juga menerapkan denda sebesar Rp 1 juta. Bila tak mampu membayar, maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan.

Setelah mendengarkan tuntutan di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Kamis (12/12), kakak beradik itu mengaku menyesal dengan perbuatannya. Meski begitu, JPU Mutia tetap pada tuntutannya.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Sarah Louis, Mutia menjelaskan bahwa kedua terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan. Pertimbangan inilah yang meringankan tuntutan terhadap keduanya.

“Namun yang memberatkan, perbuatan terdakwa melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” terangnya.

Untuk diketahui, keduanya didakwa dengan pasal 36 ayat 3 UU RI Nomor 7/2011 tentang Mata Uang. Mustaf dan Mujib diamankan petugas Polres Kediri Kota pada September 2019 silam. Mereka ditangkap setelah polisi menerima laporan dari korban.

Yakni, M. Jafar, 28, warga Mrican, Mojoroto, dan Septian Darma, 25, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Kedua pemuda ini adalah penjual handphone (HP).  Telepon seluler (ponsel) Jafar bermerek Oppo A5 yang dibeli Mujib. Sedangkan HP Septian merek Redmi Note7 dibeli Mustaf. Hanya saja, kakak beradik tersebut membelinya dengan uang palsu.

Mengetahui tuntutan JPU, wajah Mujib dan Mustaf tampak lesu. Keduanya tertunduk ketika hendak keluar dari ruang persidangan. Menggunakan rompi oranye, kakak beradik ini berjalan menuju ke ruang tahanan sementara PN Kota Kediri.

Selanjutnya, petugas kejaksaan membawanya kembali ke sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Sidang upal itu kemudian ditunda. Lalu dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa (17/12) dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia