Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tidak Punya Uang, Warga Wates Banting PSK hingga Tewas

13 Desember 2019, 14: 39: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan psk

DAKWAAN : Galang Anggara terdakwa kasus pembunuhan Sunarti di ruang tahanan pengadilan (12/12). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kejam. Itulah yang tergambar dari kasus pembunuhan Sunarti, 50, warga Magetan. Nyawanya hilang di tangan Galang Anggara, 21, warga Dusun Bakung, Desa Tempurejo, Kecamatan Wates.

Pada persidangan yang berlangsung kemarin siang (12/12), Galang didakwa pasal berlapis. Yaitu pasal 338 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP, dan 365 ayat 3 KUHP.  “Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Kurniawan saat membaca dakwaannya.

Kasus ini berlangsung 24 Juli 2019. Sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, berdasarkan dakwaan yang dibacakan jaksa, Angga mendatangi eks-lokalisasi yang berada di Dusun Krajan Timur, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Di lokasi tersebut, pria kelahiran 1998 mendatangi lokasi dengan tujuan untuk dapat berhubungan badan dengan Sunarti. Sunarti adalah salah satu perempuan seks komersil yang ada di tempat itu. “Setelah itu terdakwa menanyakan kepada korban Sunarti, mbak turu piro (mbak tidur berapa),” beber Yusuf.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sunarti mengatakan bahwa untuk tidur membayar Rp 50 ribu. Namun karena tidak memiliki uang, terjadilah kesepakatan antara Angga dan Sunarti. Hanya membayar uang Rp 40 ribu.

Setelah sepakat dengan harga tersebut, keduanya masuk ke dalam kamar. Keduanya kemudian bercinta selama lima menit. Selesai bercinta, Sunarti meminta bayaran kepada Angga. Ketika hendak membayar, Angga tidak dapat menemukan uang yang ada di saku celananya. “Terdakwa menjawab bahwa uang miliknya hilang, mendengar hal tersebut korban langsung menendang penis terdakwa dengan keras,” tutur Yusuf.

Merasa kesakitan, dan emosi mendapatkan perlakuan tersebut laki-laki kelahiran 1998 langsung membanting Sunarti. Tidak hanya dibanting, leher Sunarti juga dicekik. Tubuh Angga yang menindih tubuh Sunarti, membuat Sunarti dengan cepat kehilangan tenaga dan akhirnya tewas.

Mendengar dakwaan tersebut, Angga memilih menerima sehingga sidang bisa dilanjutkan ke agenda berikutnya dengan pemeriksaan saksi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia