Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Limbah B3 Juga Ada di Kandat

13 Desember 2019, 14: 31: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

kasus limbah

KUBUR LIMBAH: Petugas DLHKP Kota Kediri menutupi limbah yang diduga berisi B3 yang ada di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Polres Kediri Kota menyeriusi penyelidikan tentang asal-usul limbah yang diduga berisi bahan berbahaya dan beracun (B3) di wilayah hukumnya. Jumlah saksi yang dimintai keterangan pun bertambah.

“Sudah ada sekitar 12 saksi yang diperiksa penyidik,” ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

Mereka yang diperiksa adalah warga di sekitar Jembatan Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dan dari wilayah Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dari pemeriksaan para saksi itu petugas berusaha mendapatkan siapa pemasok karung yang diduga berisi slag aluminium itu.

“Terus dilakukan penyelidikan, sementara pihak penyidik juga terus berkoordinasi dengan DLH Kota, Kabupaten, dan Provinsi,” pungkas Kamsudi.

Di sisi lain, Pemkot Kediri melakukan penanganan cepat terhadap pembuangan limbah B3 di Kelurahan Blabak. Kemarin, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) melakukan pengurukan.

Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur mengatakan, dari 10 titik pembuangan, ada tiga lokasi yang diuruk kemarin. Yakni lahan miliki Jumadi dan Daeng Triwahyudi di Lingkungan Bulurejo dan Siyam Sarofah di Lingkungan Pagut. “Hari ini (kemarin, Red) mulai pengurukan,” kata Didik kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Untuk titik yang lain, pihaknya menunggu pemilik lahan menyediakan tanah uruk. Setelah itu, alat berat akan dikirim untuk melakukan pengurukan di lahan pembuangan limbah.

Lailatul Mahmudah, anak Sarofah, mengaku tidak mencium bau menyengat lagi dari limbah di belakang rumahnya. Hal yang sama dirasakan para tetangganya. “Sekarang aman. Selain diuruk, arah angin ke sawah (utara),” kata perempuan 38 tahun ini.

Sementara itu, limbah yang diduga jenis B3 juga ditemukan di Desa Ngreco, Kecamatan Kandat,  Kabupaten kediri. Di wilayah ini, setidaknya ada 10 titik yang dijadikan tempat pembuangan.

Menurut Muslimin, warga setempat, limbah sudah ada sejak musim kemarau. Dan memasuki musim penghujan ini warga baru menyadari bahwa itu adalah limbah. “Baunya menyengat saat terkena air hujan.” Katanya.

Pemilik salah satu lahan yang ditemukan limbah itu, Ulin, mengaku baru tahu hal itu beberapa hari ini. Saat itu dia hanya ditawari oleh orang yang membawa material itu dengan truk. Ia mengaku akan mematuhi hasil musyawarah warga.

“Misalkan ingin dibuang, itu di mana, saya ikut warga dengan solusi bersama,” ungkapnya.

Ulin mengaku awalnya membeli bahan untuk menguruk tanah di pekarangannya yang merupakan bekas area pembuatan batu bata. Selain pecahan bagunan untuk urugan, ia juga ditawari bahan lain yang lebih murah.

“Saya hanya beli 1 rit saja. Tapi tidak tahu itu isinya apa, ternyata akhir-akhir ini baru tahu kalau itu limbah,” paparnya.

Dengan kasus ini, masyarakat sudah melakukan mediasi dengan pihak pemerintah desa. “Hasil mediasi, masyarakat menghendaki yang bersangkutan untuk mengambil lagi limbah tersebut. Kita juga belum tahu itu dari pabrik mana,” ujar Kepala Dusun Ngreco Dimyati.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia