Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features

Mengunjungi Warung Hendrik Pascabencana Hujan Angin

Harus Mengungsi, Kerugian Mencapai Rp 15 Juta

13 Desember 2019, 14: 26: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

korban angin

HANCUR: Hendrik saat mengecek kondisi warung yang tertimpa pohon karena terjangan angin kencang, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

Hendrik masih berduka. Setelah hujan angin menerjang, Senin lalu (9/12), warungnya di area wisata Sumberjiput, Rejomulyo, Kota, masih porak-poranda kemarin. Untuk sekadar berteduh, dia terpaksa mengungsi.

ANWAR BAHAR BASALAMAH, KOTA, JP Radar Kediri

Warung di area wisata Sumberjiput, Rejomulyo, Kecamata Kota itu belum berdiri tegak kemarin. Sebagian dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu dan kayu, doyong. Atap sengnya juga masih berserakan di tanah. Beberapa perabotan rumah tangga ditaruh di luar.

          Henrry Siswandjaja, pemilik warung tersebut, mengemasi sejumlah perabotan ke atas sepeda motor roda tiga. Karena, setelah bencana hujan angin menerjang, warung yang berlokasi di sisi utara area wisata sumber air itu tertimpa pohon bulu di sebelahnya. “Ini mau saya angkut ke Blabak,” kata pria yang akrab disapa Hendrik ini kemarin.

          Selain menjadi tempat berjualan, warung tersebut sebenarnya menjadi tempat tinggalnya bersama Wiwik Sundari, 36, sang istri serta Salamah dan Saraswati, dua anak kembarnya yang berusia 8 tahun. Karena itulah, setelah kejadian sore hari itu, dia terpaksa mengungsi.

          Beruntung, Kabag Administrasi Pembangunan Kota Kediri Bambang Priambodo memberikan bantuan tumpangan rumah di Blabak. Kebetulan, Bambang adalah atasannya di pemkot. “Dibantu Pak Bambang. Jadi bisa tinggal di sana,” kata pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Kediri ini.

          Hendrik berencana akan membersihkan puing-puing bangunan warung. Karenanya, sebagian perabot dan barang-barang lainnya bakal diangkut ke rumah milik Bambang di Blabak.

          Sementara warung sekaligus rumah yang sebenarnya merupakan aset pemkot itu keputusannya dikembalikan ke Wali Kota Abdullah Abu Bakar. “Saya belum tahu seperti apa nanti. Belum ada pembicaraan dengan pemkot,” ujarnya.

          Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Adi Sutrisno mengaku, belum ada rapat soal pembangunan warung pascabencana. Yang jelas sampai kemarin, pihaknya masih menghitung total kerugian materi. “Barangkali setelah perhitungan selesai, baru dibahas,” katanya.

          Untuk diketahui, hujan angin yang melanda Kota Kediri, Senin lalu, menelan korban. Dia adalah Wahyu Mukti Prasetiadi, 19, mahasiswa IAIN Kediri asal Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Wahyu tertimpa batang pohon saat berada di warung milik Hendrik tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia