Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
PERSEDIKAB
Persigo Semeru FC 4 vs 2 Persedikab Kediri

Persedikab Kalah karena Tak Adaptasi Lapangan

Tak Ada Anggaran, Pemain Tak Menginap

13 Desember 2019, 14: 18: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

persedikab

LESU: Para pemain Persedikab saat menerima briefing dalam satu pertandingan. Kemarin mereka menderita kekalahan di ajang Liga 3 Nasional. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Persiapan matang Persedikab di babak 32 besar Liga 3 belum menunjukkan hasil maksimal. Kemarin mereka harus mengakui keunggulan lawannya, Persigo Semeru FC dengan skor 2-4.

Kubu Persedikab berdalih, salah satu penyebab kekalahan mereka adalah kurangnya dukungan finansial. Sebab, mereka tak mendapat kucuran anggaran penginapan. Akibatnya mereka harus pulang pergi untuk menghadapi pertandingan yang berlangsung di Kota Blitar itu. Mereka tak bisa melakukan sesi latihan resmi seperti tim-tim lain.

Meski tak bisa maksimal untuk laga perdana, Pelatih Muslim Habibi mengapresiasi kerja keras pemain dalam pertandingan kemarin. “Terimakasih pada pemain yang telah bekerjakeras sore ini (kemarin, Red), kami sudah memaksimalkan kesempatan yang ada,” kata Habibi dihubungi koran ini.

Kesempatan tersebut menurutnya adalah memaksimalkan laga di babak 32 besar ini. Sebab, ini merupakan suatu pencapaian luar biasa yang harus dimanfaatkan dengan baik. Habibi mengaku kemarin anak asuhnya tak bisa menjajal lapangan sebelum berlaga. Sehingga, adaptasi lapangan dilakukan saat pertandingan itu juga.

“Kami berangkat dari Pare ke Blitar jam 11.00 WIB. Sampai di sana jam 12.30 WIB. Pemain mungkin masih kaku karena belum mencoba lapangan,” paparnya.

Tidak adanya penginapan itu Habibi mengakui bahwa itu membuat timnya kurang persiapan. “Intinya kami baru adaptasi, saat pertandingan itu juga kami adaptasinya,” imbuhnya.

 “Tim lawan di 32 besar ini bagus, apalagi Persigo tadi diperkuat pemain yang rata-rata dari PON, kami akan evaluasi untuk laga selanjutnya,” jelas Habibi.

Sementara Manajer Dentama Ardiratna mengakui bahwa di babak 32 besar ini tidak ada support dari Pemkab Kediri terkait penginapan tim. “Kami pulang-pergi untuk dua pertandingan selanjutnya,” ujar Denta.

Padahal, menurutnya babak 32 besar ini menjadi kunci dan jembatan ke Liga 2, apalagi selama ini ia menyebut Persedikab sudah mencapai hal yang luar biasa bisa tembus ke babak ini. “Sebenarnya kalau ada penginapan pemain tidak akan terlalu capek dan akan bisa bermain maksimal,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia