Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Limbah Beracun: Lakukan Penyelidikan, Polisi Tanyai 5 Saksi

13 Desember 2019, 13: 35: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

limbah b3

DIPERIKSA: Karung yang diduga berisi limbah. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

Keberadaan material limbah yang diperkirakan mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) mendapat atensi dari Polres Kediri Kota. Mereka mengaku sudah bergerak. Selain sudah melakukan peninjauan ke lokasi, polisi mengaku mulai melakukan penyelidikan. Termasuk sudah meminta keterangan beberapa saksi.

Meskipun sudah menanyai beberapa saksi, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana mengaku belum bisa menyimpulkan apa isi dari karung-karung tersebut. Termasuk apakah itu benar-benar limbah ataukah bukan.

“Masih perlu melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya kemarin.

Namun, Miko menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan pada tumpukan material tersebut. Selain melakukan peninjauan ke dua lokasi yang dilaporkan, polisi juga sudah bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Kabupaten Kediri, serta dengan pihak provinsi.

Hingga kemarin, Miko menjelaskan, polisi sudah melakukan pengumpulan saksi untuk di periksa. Ada lima orang saksi yang dimintai keterangan. Mulai dari saksi yang berada di sekitar lokasi hingga pihak yang dirasa berkaitan dengan kasus ini.

Untuk mengecek terbuat dari apa material tersebut, Miko menjelaskan bahwa sampelnya akan diuji di lab. Saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut dari DLH Provinsi. Karena belum ada hasil, perwira polisi dengan simbol pangkat dua melati di pundak  ini  belum bisa menjelaskan. “Informasi juga aduan limbah yang sama muncul di daerah lain,” terang Miko.

Diduga, limbah yang menimbulkan bau menyengat dan berasap itu berasal dari Jombang. Namun Miko dan petugas penyidik dari Polres Kediri Kota tidak mau gegabah. Karena informasi tersebut masih terus didalami. Mereka memilih melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Hanif Fatih menjelaskan bahwa anggota reskrim sudah melakukan pemeriksaan saksi. Juga telah melakukan pendalaman dari temuan-temuan di lapangan.

Hanif menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup kantor wilayah Surabaya terkait masalah limbah tersebut. “Menurut pemeriksaan, sudah terjadi sejak Juli-September 2019,” terangnya.

Mengapa baru muncul sekarang? Hanif menjawab bahwa dari pemeriksaan secara kasat mata, limbah yang berada di Mojo adalah limbah slag alumunium. Karena jika limbah tersebut terkena air maka akan menguap. Sedangkan hujan baru-baru terjadi pada November-Desember 2019.

Hanif juga menjelaskan bahwa untuk memastikan apakah pengirim limbah dari Mojo dan Pesantren sama atau tidak, masih perlu didalami. “Iya, masih uji lab. Untuk sementara pencemaran karena asap yang ditimbulkan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia