Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Bencana Angin Kencang Masih Jadi Momok

Pohon Bertumbangan, Atap Tersingkap

13 Desember 2019, 13: 27: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

pohon tumbang

GOTONG ROYONG: Anggota BPBD dan warga meminggirkan batang pohon yang bertumbangan di Desa Baye, Kecamatan Kayenkidul. Batang-batang pohon itu sempat menutupi jalan antardesa. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri -  Masyarakat benar-benar harus waspada dalam pancaroba kali ini. Sebab, masih sering terjadi hujan yang disertai angin kencang.

Seperti yang terjadi kemarin (11/12). Angin kencang kembali menerjang sejumlah kecamatan. Menyebabkan puluhan pohon tumbang dan beberapa rumah yang atapnya tersingkap.

“Hujan setengah jam disertai angin kencang,” kata Slamet Haryadi, warga Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran, sembari menatap atap warungnya yang tersingkap diterjang angin kemarin.

Ia mengatakan, kejadian itu membuat perabotan di dalam warungnya rusak. Jika ditotal, kerugian mencapai Rp 10 juta lebih. Tak hanya itu, angin kencang yang melanda juga membuat keluarganya panik. Mereka sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“(Kami) khawatir karena kondisi rumah lebih tua daripada warung, jadi pilih lari keluar,” jelasnya.

Kepala Dusun Rejowinangun M.S. Azis menyebut bahwa akibat yang ditimbulkan angin kencang di wilayahnya tergolong parah. Belasan pohon tumbang. Rata-rata adalah pohon sengon. Kejadian itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Juga membuat arus listrik padam selama dua jam.

“Hampir seluruh dusun ada pohon tumbang. Ada yang roboh ke dapur, teras, dan juga warung,” ungkapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri yang kemarin ke lokasi mencatat, angin kencang melanda tiga kecamatan. Yakni Plemahan, Papar, dan Kayenkidul. “Kejadiannya hanya berlangsung sesaat, namun ini tetap membahayakan,” kata Kepala Unit Reaksi Cepat (URC) Windoko.

Yang membahayakan itu adalah tumbangnya pohon yang ada di dekat pemukiman warga dan juga di jalan raya. “Ada puluhan pohon sengon besar yang tumbang, beberapa di antaranya menutupi jalan,” jelas Windoko.

Pohon-pohon yang tumbang tersebut rata-rata tinggi dan besar. Beberapa di antaranya menimpa atap rumah. Windoko menegaskan, kejadian ini bukan merupakan angin puting beliung. Hanya angin kencang sesaat.

“Meski sesaat, namun itu tetap membahayakan dan perlu diwaspadai,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala BPBD Randy Agatha Sakaira menyampaikan bahwa meski belum memasuki musim penghujan secara penuh, mereka tetap waspada. Apalagi dua minggu terakhir hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kediri. “Kami imbau agar pohon-pohon besar beberapa rantingnya dikurangi kalau perlu ditebang. Ini untuk meminimalisasi bahaya ketika hujan disertai angin jika sewaktu-waktu datang,” pesannya.

Termasuk ranting dan dahan pohon yang berada di dekat rumah. Jika terkena angin kencang, itu sangat membahayakan, sehingga ia menyebut bahwa sepatutnya pohon itu untuk bisa dirapikan.

Lebih lanjut Randy mengingatkan bahwa keaktifan warga untuk melakukan mitigasi bencana terkait potensi bencana di sekitar sangatlah penting. Utamanya saat menghadapi musim penghujan yang rawan bencana nanti. Kepekaan warga pun sangat diharapkan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Angin kencang juga terjadi di Desa Minggiran, Kecamatan Papar. Menyebabkan beberapa pohon tumbang. Patahannya sempat terlempar ke teras rumah. Tak ada korban dalam kejadian itu.

Menurut Ngadimo, 60, karena kuatnya embusan angin membuat pohon yang berada di barat jalan terlempar hingga ke sisi timur. Batang pohon yang patah itu juga mengenai teras warga.  “Tadi peristiwanya sangat cepat. Sekitar lima menit. Itu pohon di depan di sisi jalan itu sampai terlempar kemari. Ke rumahnya Haji Gito,” ujar Ngadimo.

Untungnya rumah yang terkena patahan pohon itu tak berpenghuni. Sehingga tidak ada korban. Hanya, teras menjadi rusak. Gentingnya berjatuhan ke tanah. Patahan pohon itu, selain mengenai teras rumah warga juga mengenai kabel listrik. Namun bisa segera diatasi. Sebab pukul 17.00 WIB, listrik di desa itu sudah menyala. Sementara itu, intensitas hujan yang tinggi diprediksi masih mengguyur Kota Kediri dalam beberapa hari ke depan. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno mengatakan, potensi hujan angin masih terjadi dalam tiga hari ke depan.

Sesuai prediksi badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, Adi mengungkapkan, Kota Kediri akan diguyur hujan pada Rabu kemarin (11/12) dan Jumat besok (13/12). “Besok (Kamis) prediksinya tidak hujan,” katanya.

Adi mengungkapkan, prediksi tersebut berdasarkan faktor-faktor yang tampak. Namun bisa saja perkiraan itu tidak terjadi. “Tergantung cuaca dan kondisi saat itu,” ungkapnya.

`Misalnya kemarin yang diprediksi akan terjadi hujan, justru Kota Kediri tidak diguyur hujan sama sekali. Adi mengatakan, cuaca Kota Kediri relatif cerah meskipun mendung di beberapa wilayah. “Yang hujan angin di kabupaten (Kediri),” kata Adi.

Meski bisa di luar prediksi, Adi mengimbau masyarakat tetap hati-hati. Pasalnya, di awal musim penghujan seperti sekarang, hujan yang datang selalu disertai angin kencang. Bahkan, di Bojonegoro dikabarkan terkena puting beliung. “Disertai hujan badai. Kami mendapatkan informasi dari teman-teman di sana (Bojonegoro),” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan kalkulasi kerugian materi akibat hujan angin yang terjadi pada Senin lalu (9/12)? Adi mengaku, kerugiannya masih dihitung. Sebab, ada tambahan laporan baru kemarin. “Ada yang melaporkan kerusakan rumah di Mrican (Kecamatan Mojoroto),” kata Adi.

Sampai kemarin, pihaknya masih mengkroscek laporan tersebut. Baik jumlah unit rumah yang mengalami kerusakan maupun kategori kerusakannya. “Dari laporan awal, antara ringan dan sedang,” ungkap Adi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia