Kamis, 23 Jan 2020
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Dicek, Stadion Brawijaya Kediri Masih Belum Standar Liga 1

PT LIB Rekomendasikan Pembenahan

11 Desember 2019, 13: 54: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

verifikasi stadion brawijaya

PENJELASAN: Pengelola Stadion Brawijaya Purwanto berbincang dengan verifikator PT LIB Somad, di kamar ganti pemain kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pemkot Kediri dan Persik memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) sebelum bergulirnya Liga 1 Indonesia musim depan. Terutama untuk memperbaiki sarana dan prasarana stadion yang menjadi homeground mereka, Stadion Brawijaya. Dari hasil verifikasi, PT Liga Indonesia Baru menyebut kandang skuad berjuluk Macan Putih itu belum memenuhi standar. Baik dari kondisi lapangan, ruangan penunjang, ataupun tribun penonton.

Penilaian PT LIB itu setelah mereka dua hari ini melakukan verifikasi. Senin malam lalu (9/12), mereka mengukur kekuatan penerangan lampu stadion. Sementara di hari kedua kemarin, giliran rumput, ruangan, tribun, dan beberapa sarana dan prasarana (sarpras) lainnya yang diteliti.

Dari hasil verifikasi itu, Supervisor Kompetisi PT LIB Somad mengakui, standar Stadion Brawijaya belum memenuhi level Liga 1. Karena itulah Persik harus menaikkan level stadionnya.

stadion brawijaya

HARUS TEPAT: Verifikator PT LIB Somad saat mengecek Stadion Brawijaya Kediri. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

“Karena standar Liga 1 lebih tinggi (dibanding Liga 2). Ini jadi pekerjaan rumah untuk pemkot (pengelola stadion, Red) dan Persik,” kata Somad kemarin.

Dia mengakui infrastruktur stadion masih mempunyai banyak kekurangan. Misalnya untuk lampu stadion. Di Liga 1, standar minimal penerangan adalah 800 lux. Jika mengacu pada standar AFC, bisa sampai 1.200 lux. “Bisa 1.200 (lux) lebih bagus. Di Brawijaya masih 300 (lux),” ungkapnya.

Selain lampu stadion, tim verifikator juga memberikan catatan untuk kondisi rumput. Dari pengecekan yang dilakukan kemarin, kondisi rumput stres karena baru saja dipakai untuk konser musik. Sementara di beberapa titik, kondisinya bergelombang. “Masih harus ada perawatan ekstra. Ada yang mati dan kering. Kami sarankan selama kompetisi berjalan, stadion tidak dipakai untuk konser,” saran Somad.

Pria ini juga menyarankan manajemen Persik agar mengganti gawang. Sebab, setelah dicek, umur gawang sudah tua.”Kami khawatirkan bisa patah sewaktu-waktu. Itu membahayakan bagi penjaga gawang yang biasanya bergelantung,” kata Somad.

Untuk ruang dalam stadion, Somad menyebut, Stadion Brawijaya sebenarnya memiliki jumlah ruangan yang sesuai. Mulai dari ruang ganti pemain, wasit, kesehatan, dan ruang konferensi pers. “Tinggal menambahi fasilitasnya saja. Beberapa belum lengkap,” katanya.

Bagaimana  dengan tribun? Somad mengatakan, kapasitas stadion sudah memenuhi standar. Dengan kapasitas sampai 15.000 penonton, stadion tidak perlu menambah daya tampung lagi. Hanya saja, pemkot dan Persik harus memperhatikan sarpras di sejumlah sektor. Setidaknya, pengelola stadion menyediakan toilet di semua sektor.

Di samping itu, PT LIB menyarankan untuk membenahi tribun VIP. Juga tribun media masih perlu ditambah meja dan kursi. Adapun pagar tribun, membutuhkan perbaikan “Agar stadion semakin nyaman,” ujarnya.

Somad menandaskan, pemkot dan Persik memiliki waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan untuk membenahi stadion berdasar rekomendasi PT LIB. Setelah itu, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang. “Maksimal dua minggu, kami lakukan finalisasi. Paling tidak rumput dan lampu sudah memenuhi standar,” katanya.

Sementara itu, Pengelola Stadion Brawijaya Purwanto mengatakan akan fokus melakukan perawatan stadion di akhir Desember ini. Karena itulah, di waktu tersebut, stadion ditutup untuk sejumlah kegiatan. “Kami fokus perbaikan dan perawatan untuk memenuhi standar dari PT LIB,” katanya.

Purwanto mengaku optimistis Stadion Brawijaya layak menggelar Liga 1. Karenanya, perawatan akan dilakukan sebaik mungkin. “Dulu Liga 2, kami dianggap tidak layak. Tetapi bisa memenuhi. Untuk Liga 1, kami juga optimis,” ujar mantan wasit nasional ini.

 

PR Stadion Brawijaya

-         Pencahayaan lampu stadion masih 300 lux. Standarnya 800 – 1.200 lux.

-         Rumput stadion perlu perawatan ekstra karena banyak yang mati dan kering.

-         Perbaikan tribun VIP dan media serta pagar.

-         Perlu penambahan fasilitas ruangan stadion.

-         Penyediaan toilet di semua sektor tribun penonton.

Sumber: Rangkuman dari penilaian tim verifikator dari PT LIB

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia